kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Outlook ekonomi AS membaik, harga minyak menanjak


Kamis, 19 Desember 2013 / 08:48 WIB
ILUSTRASI. Inilah 5 Cara Cepat Menumbuhkan Rambut dengan Bahan Alami


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MELBOURNE. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam sepekan terakhir pagi ini (19/12). Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 11.30 waktu Sydney, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Januari turun 20 sen menjadi US$ 97,60 per barel. Sementara, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Februari turun 23 sen menjadi US$ 97,83 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah pengumuman kebijakan the Federal Reserve yang menyatakan bahwa bank sentral AS akan mengurangi stimulus sebesar US$ 10 miliar per bulan menjadi US$ 75 miliar mulai Januari 2014.

"Pernyataan the Fed menekankan bahwa ekonomi AS semakin membaik dengan adanya keputusan ini. Secara teknikal, harga minyak WTI akan menguji level resisten," urai Michael McCarthy, chief strategist CMC Markets di Sydney.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Februari naik 1,1% menjadi US$ 109,63 per barel di ICE Futures Europe exchange kemarin di London.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×