kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.809   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.171   -6,02   -0,10%
  • KOMPAS100 805   -3,78   -0,47%
  • LQ45 607   -2,50   -0,41%
  • ISSI 214   0,76   0,36%
  • IDX30 343   -1,60   -0,46%
  • IDXHIDIV20 420   -1,61   -0,38%
  • IDX80 91   -0,38   -0,42%
  • IDXV30 113   0,36   0,32%
  • IDXQ30 109   -0,80   -0,73%

Minyak WTI turun ke level terendah sejak Mei 2009


Selasa, 30 Desember 2014 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. 5 Cara Menyambungkan HP ke Laptop untuk Internet hingga Berbagai Layar


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Harga minyak dunia kembali anjlok pada akhir transaksi Senin (29/12) kemarin. Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, harga minyak jenis West Texas Intermediate turun US$ 1,12 atau 2,1% menjadi US$ 53,61 per barel. Ini merupakan level terendah sejak 1 Mei 2009 lalu.

Sedangkan harga minyak Brent ditutup dengan penurunan US$ 1,6% menjadi US$ 58 sebarel. Pada transaksi sebelumnya, harga minyak Brent ini sempat menyentuh level US$ 57,61 sebarel yang merupakan level terendah sejak 26 Mei 2009.

Harga minyak dunia kembali bergerak turun setelah sebelumnya sempat naik. Rupanya, investor merasa yakin bahwa adanya gangguan suplai dari Libya tidak akan mempengaruhi suplai minyak global.

Sekadar informasi, sebelumnya, investor sempat mencemaskan adanya gangguan suplai minyak di Libya setelah pemerintah negara tersebut mengatakan dua kilang minyak terbesar yakni Es Sider dan Ras Lanuf, ditutup. Harga minyak sempat bergerak naik akibat sentimen ini. Namun, kondisi itu tak berlangsung lama setelah investor mengambil kesimpulan bahwa gangguan suplai minyak di Libya tidak akan berpengaruh banyak kepada pasar minyak global.

"Setiap saat pasar berusaha naik, ternyata, akan terjadi gelombang aksi jual lagi. Sepertinya kecemasan pasar mengenai suplai minyak berlebih belum akan hilang dalam beberapa waktu ke depan," jelas Gene McGillian, senior analyst Tradition Energy di Stamford.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×