kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Mayoritas saham di Wall Street dilanda aksi jual


Kamis, 23 Februari 2012 / 07:02 WIB
ILUSTRASI. Jajaran direksi PT Trisula International Tbk (TRIS)


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Mayoritas saham yang ditransaksikan pada bursa AS ditutup di zona merah. Alhasil, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,3% menjadi 1.357,66. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,2% menjadi 12.938,67.


Sejumlah saham berkapitalisasi besar dilanda aksi jual. Beberara di antaranya yakni Dell Inc yang turun 5,8% setelah tingkat penjualan di bawah estimasi analis dan Toll Brothers Inc turun 4,1% memimpin penurunan pada saham perusahaan pengembang.

Sementara itu, sektor perbankan merupakan sektor dengan penurunan terbesar di antara 24 sektor yang terhimpun dalam indeks S&P 500. Adapun penurunannya sebesar 1,7%.

Aksi jual tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya yakni tingkat penjualan rumah pribadi di AS yang berada di bawah estimasi analis dan data dari Eropa serta China memicu kecemasan mengenai pertumbuhan ekonomi global.

"Anda bisa berjalan namun harus ekstra hati-hati, dan menunggu dekat pintu keluar. Mayoritas ekonomi dunia melambat. Tingkat pendapatan pun menurun. Pasar sudah overbought," urai David Darst, chief investment strategist Morgan Stanley Smith Barney.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×