: WIB    —   
indikator  I  

Market global terguncang pasca Trump ancam Korut

Market global terguncang pasca Trump ancam Korut

NEW YORK. Kemarahan Presiden AS Donald Trump kepada Korea Utara (Korut) mengguncang pasar global.

Mayoritas indeks Eropa dan Asia melorot pada transaksi Rabu (9/8). Kondisi ini terjadi setelah Trump saling perang kata-kata dengan rezim Kim Jong Un.

"Sebaiknya Korut tidak lagi membuat ancaman kepada AS. Akan ada tembakan dan kemarahan seperti yang sudah pernah dunia saksikan. Dia sangat mengancam... dan seperti yang saya bilang, mereka akan mengalami tembakan, kemarahan, dan kekuatan yang besar, seperti yang pernah dunia saksikan," tegas Trump di hadapan reporter.

Pernyataan Trump yang luar biasa ini menekan pasar saham AS ke teritori negatif pada Selasa (8/8) malam. Sementara, Korut tidak menunjukkan sinyal apapun untuk menjaga hubungan dengan AS pasca peringatan Trump.

Pasar saham Eropa juga memerah. Indeks DAX jerman dan CAC 40 Prancis mencatatkan penurunan masing-masing 0,7% pada awal transaksi. Sedangkan indeks FTSE 100 London tertekan 0,5%.

Di sisi lain, investor langsung memindahkan investasi mereka ke safe havens. Emas, salah satunya. Alhasil, harga emas menanjak 0,9%. Adapun franc Swiss menguat terhadap seluruh mata uang dunia.

Dollar AS menguat terhadap euro, namun melemah terhadap yen Jepang dan poundsterling AS.

Para trader di Asia mengatakan perang kata-kata antara AS dan Korut membebani market, meski tidak terlalu berat.

"Ini menjadi sentimen negatif. Namun, hal itu tidak sampai membuat market panik," jelas Stephen Innes, senior trader Oanda.

Kondisi serupa juga terjadi di Asia. Indeks Kospi Korea Selatan melorot 1,1%. Sedangkan indeks Nikkei Jepang turun 1,3%. Mayoritas pasar saham Asia memerah, kendati bursa Australia berhasil melawan arus dengan kenaikan 0,4%.

Pasar saham Asia secara umum terbukti tahan banting atas ketegangan yang terjadi antara AS dan Korut dalam beberapa bulan terakhir. Adapun pasar saham Korsel sempat menembus rekor tertinggi pada awal musim panas ini.

"Isu Korut sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga saya menilai investor sepertinya tidak terlalu terganggu dengan perkembangan ini," papar Pu Yonghao, chief investment officer Fountainhead Partners di Hong Kong.

Pu mendeskripsikan penurunan yang terjadi pada Rabu ini sebagai 'penarikan' oleh investor yang menggunakan Korut sebagai alasan untuk mendapatkan keuntungan.

"Belum ada investor yang cemas," jelasnya.

 


SUMBER : money.cnn
Editor Barratut Taqiyyah Rafie

STOCK MARKET

Feedback   ↑ x
Close [X]