Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
NEW YOrK. Indeks Dollar menanjak ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Indeks Dollar yang mengukur kekuatan si hijau terhadap enam mata uang utama dunia ini naik 0,2% menjadi 80,77, setelah sebelumnya bertengger di level 80,92, level terkiat sejak 7 September 2012.
Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 15.33 waktu New York tadi malam, dollar menguat 0,4% menjadi US$ 1,2765 per euro. Bahkan pada transaksi sebelumnya, posisi dollar AS sempat menyentuh level US$ 1,2737, level paling perkasa sejak 7 September lalu.
Jika berhadapan dengan yen, dollar AS terdepresiasi 0,5% menjadi 79,96 yen setelah sebelumnya melemah ke posisi 79,76 yen yang merupakan level terlemah sejak 1 November lalu. Sedangkan euro melemah 0,9% menjadi 102,06 yen.
Kecemasan mengenai fiscal cliff menjadi salah satu faktor penguatan dollar AS. Selain itu, pelaku pasar juga mencemaskan mengenai kondisi Eropa setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi bilang bahwa krisis Benua Biru sudah berdampak ke Jerman.
"Masalah yanag dihadapi masih sama dan belum ada solusi ajaib mengenai hal itu. Saya rasa faktor-faktor tersebut yang mendorong aksi jual pada hari ini," jelas Greg Anderson, North American head of Group 10 currency strategy Citigroup Inc di New York.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














