kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Harga tembaga cuma naik sementara


Rabu, 27 Juni 2012 / 07:15 WIB
ILUSTRASI. Saham Medco Energi (MEDC) diperkirakan bakal melaju pasca ekspansi tambang emas dan tembaga.


Reporter: Anna Marie Happy | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Harga tembaga kembali terangkat. Sentimen positif datang dari data permintaan rumah baru di Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu yang berada di atas estimasi para analis.

Merujuk data Departemen Perdagangan AS, Senin (25/6), permintaan rumah baru per Mei 2012, sebanyak 369.000 unit, naik 7,6% dari bulan sebelumnya. Ini merupakan angka tertinggi sejak April 2010. Para analis yang menjadi responden survei Bloomberg, memprediksi permintaan rumah, di periode itu, hanya 347.000 unit.

Harga kontrak pengiriman tembaga tiga bulan mendatang di London Metal Exhange (LME), Senin (25/6) pukul 16.00 WIB ialah US$ 7.335,50 per ton. Harga ini lebih tinggi 0,34% daripada penutupan di hari sebelumnya. Jika dibandingkan dengan harga terendahnya tahun ini, harga kemarin itu lebih tinggi 0,55%.

Tunggu KTT Uni Eropa

Namun para analis tidak terkesan dengan penguatan harga tembaga, kemarin. "Data perumahan di AS hanya membantu tembaga untuk menguat sementara," ujar Cai Jie, analis Essence Futures Co., ke Bloomberg.

Ia memprediksi, hasil pertemuan para pimpinan negara-negara Uni Eropa akan lebih menentukan pergerakan arah harga tembaga. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) itu, akan berlangsung di Brussel, selama 28-29 Juni 2012. Agenda utamanya adalah mencari solusi krisis utang.

Analis Harvest International Futures, Ibrahim, sepakat, tren penguatan tembaga akan awet. Ia beralasan, China, yang merupakan pengguna tembaga terbesar di dunia, masih menderita pelambatan pertumbuhan ekonomi.

Negara-negara pengguna tembaga yang lain, seperti Brasil, India, dan Rusia, mengalami nasib serupa dengan China. "Produktivitas industri menurun, melemahkan harga tembaga," ujar Ibrahim.

Analis Realtime Futures, Wahyu Tribowo Laksono, menambahkan, jika hasil KTT Eropa positif, tembaga mungkin terangkat. Prediksi dia, pekan ini harga tembaga akan berkisar US$ 7.250 per ton hingga US$ 7.450 per ton. Proyeksi Ibrahim, tembaga selama pekan ini, bergerak di rentang US$ 7.202 hingga US$ 7.400,10 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×