Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini
NEW YORK. Harga minyak mentah terjun ke bawah level US$ 90 per barel di New York. Pemicunya adalah tingginya suplai di AS, dan pemimpin Eropa bertemu untuk membahas strategi penanganan krisis di kawasan itu.
Minyak WTI untuk pengiriman Juli tumbang sebesar US$ 1,95 ke posisi US$ 89,90 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level penyelesaian terendah sejak 21 Oktober silam. Sementara, minyak Brent untuk pengantaran Juli juga jatuh 2,6% menjadi US$ 105,56 per barel di ICE Futures Europe, London.
Harga emas hitam ini kian melandai, setelah Departemen Energi AS melaporkan, cadangan meningkat 883.000 barel menjadi 382,5 juta barel pada pekan lalu. Ini merupakan rekor suplai tertinggi dalam 22 tahun terakhir.
Apalagi pasar menanti pertemuan pemimpin Uni Eropa di Brussels. Mereka bertemu guna mencari strategi mengatasi krisis, termasuk mencegah penularan krisis ke negara lain di kawasan itu.
Todd Horwitz, Kepala strategi investasi di Adam Mesh Trading Group menyebut, harga minyak terus menuju level lebih rendah, karena stok terus meningkat. Dan penguatan dollar AS terhadap euro menekan semua harga komoditas.
"Saya melihat harga akan jatuh ke kisaran US$ 80-an, dan menguji level terendah musim panas lalu di dekat US$ 75 per barel," prediksinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













