kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.873   27,00   0,16%
  • IDX 8.969   32,25   0,36%
  • KOMPAS100 1.237   8,12   0,66%
  • LQ45 873   5,04   0,58%
  • ISSI 326   1,73   0,53%
  • IDX30 442   2,82   0,64%
  • IDXHIDIV20 521   3,67   0,71%
  • IDX80 138   0,96   0,70%
  • IDXV30 145   1,25   0,87%
  • IDXQ30 142   1,14   0,81%

Zebra Nusantara akan fokus jualan gas di Jatim


Jumat, 29 Desember 2017 / 11:31 WIB
Zebra Nusantara akan fokus jualan gas di Jatim


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) akan fokus mengembangkan penjualan compressed natural gas (CNG). Hal ini akan didistribusikan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPGB) miliknya yang baru ada satu di Sidoarjo, Jawa Timur.

Mulyadi, Presiden Direktur ZBRA menyatakan, saat ini CNG dipilih karena penggunaannya sudah umum untuk kendaraan. Selain itu, perusahaan asal Surabaya ini juga menyuplai CNG untuk kebutuhan industri di wilayah tersebut.

"Kami sudah investasi besar di gas, tabung kami itu 3.000 unit gas, ada SPBG juga selain ada SPBG mobile," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (29/12).

Pada awalnya infrastruktur gas tersebut untuk mendukung operasi armada taksi konvensional milik perusahaan ini. Namun saat ini justru bisnis gas jauh lebih besar ketimbang bisnis taksi yang digarap Zebra Nusantara. Sebab, taksi konvensional Zebra Nusantara bermerek Garuda dan Zebra itu tergerus dengan maraknya taksi online yang sudah marak di Surabaya.

Oleh karena itu, ke depannya perusahaan ini tidak akan ngoyo untuk bersaing dengan taksi online. Alih-alih bersaing, perusahaan justru menjajaki kerja sama agar armada miliknya bisa bersinergi dengan aplikasi taksi online tersebut.

Namun yang jelas, perusahaan belum ini akan mengubah lini utama bisnisnya ke energi, sebab masih menunggu kehadiran investor strategis. Sampai kuartal III tahun ini, kinerja perusahaan ini cukup baik dengan berhasil membalik rugi bersih Rp 3,42 miliar pada tahun lalu menjadi laba Rp 1,62 miliar.

"Saat ini gas justru menjadi salah satu pendapatan terbesar. Padahal tadinya hanya untuk dukung operasional saja," lanjutnya.

Sampai kuartal III 2017, bisnis taksi konvensional hanya menyumbang kontribusi sangat kecil sebesar Rp 391 juta. Sedangkan pendapatan terbesar berasal dari penjualan bahan bakar Rp 11,18 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×