kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Yield tinggi, obligasi Tanah Air dinilai bakal makin dilirik asing


Kamis, 29 Oktober 2020 / 19:16 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Obligasi. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

Wawan menilai suku bunga yang rendah dengan tingkat inflasi yang rendah diharapkan bisa membantu proses pemulihan ekonomi lebih cepat. Dengan suku bunga turun, harga obligasi jadi semakin menarik disertai dengan prospek ekonomi yang lebih baik.

Meskipun begitu, dia mengakui beberapa sentimen masih menjadi perhatian dan berpotensi menjadi pengganjal prospek pasar obligasi ke depan. Diantaranya, terkait dengan implementasi vaksin yang diharapkan sukses, namun ada potensi terhambat juga. 

Baca Juga: Ekonomi pulih, BEI targetkan rata-rata nilai transaksi harian Rp 8,5 triliun di 2021

"Kita perlu melihat seberapa jauh efektifitas vaksin dan implementasinya. Pastinya akan ada banyak tantangan," jelasnya. 

Di sisi lain, kondisi pertumbuhan ekonomi juga bakal jadi perhatian, apakah dengan kehadiran vaksin bisa benar-benar memulihkan perekonomian. Untuk itu, Wawan menilai obligasi negara akan lebih optimal untuk dilirik, karena obligasi korporasi masih dihadapkan pada risiko default

Selanjutnya: INDON ritel bisa jadi pilihan investasi menarik di tengah tren suku bunga rendah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×