kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.564   1,00   0,01%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Yield sukuk merangkak naik seiring kekhawatiran terhadap inflasi


Jumat, 14 Januari 2011 / 10:07 WIB
Yield sukuk merangkak naik seiring kekhawatiran terhadap inflasi


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) Syariah atau sukuk terus terpuruk selama dua pekan terakhir. Harapan mendapat gelar investment grade tak sebanding dengan tingginya kekhawatiran terhadap angka inflasi.

Oleh sebab itu, Yield sukuk yang jatuh tempo pada April 2014 misalnya, naik 68 basis poin menjadi 3,33% sejak rekor terendahnya 14 Oktober 2010 di 2,65%. Tekanan harga sukuk mengikuti ekspektasi suku bunga acuan atau BI rate yang naik mengiringi inflasi.

Yield sukuk mungkin akan melaju lebih kencang karena angka inflasi. Hal ini merupakan imbas dari pengurangan subsidi bahan bakar dan harga beras yang merangkak naik. Moody's Investor menempatkan rating Indonesia atas review kemungkinan upgrade di Desember setelah meningkatkan peringkat Ba2 pada bulan September yang merupakan dua langkah di bawah investment grade.

"Perhatian pasar lebih tinggi terhadap pencabutan subsidi BBM dan harga makanan yang naik mengalahkan perhatian pada investment grade," ujar Ali Hasanudin, Analis Mandiri Sekuritas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×