kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.814   25,00   0,14%
  • IDX 6.155   -65,82   -1,06%
  • KOMPAS100 814   -10,52   -1,28%
  • LQ45 615   -10,39   -1,66%
  • ISSI 210   -1,91   -0,90%
  • IDX30 348   -6,47   -1,82%
  • IDXHIDIV20 427   -9,68   -2,22%
  • IDX80 93   -1,33   -1,42%
  • IDXV30 115   -0,82   -0,71%
  • IDXQ30 111   -2,86   -2,51%

Yield SBN Turun, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga BI


Kamis, 18 Juni 2026 / 10:52 WIB
Yield SBN Turun, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga BI
ILUSTRASI. Yield SBN tenor 10 tahun anjlok dari 7,5% ke 6,84% jelang RDG BI hari ini (18/6/2026)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Yield atau imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mengalami tren penurunan menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada hari ini.

Berdasarkan data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield SBN tenor 10 tahun pada 17 Juni di level 6,84%. Sehari sebelumnya, yield SBN di level 6,98%. Sementara pada pekan lalu, yield SBN tenor 10 tahun sempat dikisaran 7,5%. 

Ekonom KB Valbury Sekuritas, Fikri C Permana mengatakan, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sedikit naik menjadi 4,46% (sebelumnya 4,44%) pada hari Rabu (17/6/2026) setelah proyeksi FOMC terbaru menunjukkan bahwa hampir setengah dari pembuat kebijakan masih memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun 2026. Ini mencerminkan revisi ke atas terhadap inflasi inti dan ekspektasi pengangguran yang lebih rendah.

Baca Juga: CLPI Tebar Dividen Jumbo Rp170 per Saham: Cek Profil Emiten dan Kinerjanya

Ke depan, investor diperkirakan akan terus memantau perkembangan geopolitik bersamaan dengan rilis keputusan suku bunga Inggris dan data klaim pengangguran awal AS sebagai pendorong utama arah pasar jangka pendek.

Fikri menambahkan bahwa pasar obligasi menguat menjelang keputusan kebijakan Bank Indonesia, didukung oleh sentimen yang membaik di pasar obligasi pemerintah. 

“Ke depan, investor diperkirakan akan terus memantau perkembangan geopolitik bersamaan dengan rilis keputusan suku bunga BI sebagai pendorong utama arah pasar jangka pendek,” ujar Fikri dalam risetnya, Kamis (18/6/2026). 

Fikri memperkirakan, adanya sedikit peningkatan yield SBN tenor 10 tahun pada hari ini (18 Juni 2026) di kisaran 6,80% sampai 7,00%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×