kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Yield Naik, Korporasi Lirik Bank


Rabu, 30 Desember 2009 / 14:00 WIB
Yield Naik, Korporasi Lirik Bank


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Test Test

JAKARTA. Di pengujung tahun 2009, transaksi di pasar obligasi cenderung sepi. Akibat kondisi tersebut, beberapa perusahaan harus berjuang keras menjual obligasi untuk menggalang pendanaan.

Misalnya, PT Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance). Tingginya permintaan imbal hasil (yield) dari para investor memaksa perusahaan pembiayaan itu memperpanjang masa penawaran surat utang. Tujuannya adalah supaya bisa memenuhi target Rp 200 miliar.

Sementara, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) menunda penerbitan obligasi senilai Rp 200 miliar. Presiden Direktur MNK, NC Judyono mengatakan, banyak peminat obligasi yang meminta yield hingga 15%. "Jadi kami memilih pinjaman bank," katanya.

Menjelang tutup tahun, yield obligasi memang terus naik. Lihat saja FR0051, salah satu seri Surat Utang Negara (SUN) yang menjadi acuan. Selasa pekan lalu (22/12), yield FR0051 adalah 8,76%. Tapi, kemarin (29/12), yield seri ini naik 0,63% menjadi 8,81%.

Angky Mahendra, Manajer Investasi Batavia Asset Management menjelaskan, aksi ambil untung (profit taking) menjelang hari libur akhir tahun mengakibatkan harga obligasi terkoreksi. Ujungnya, yield menanjak.

Fenomena kenaikan imbal hasil ini diperkirakan berlanjut hingga tahun depan. Tapi, Angky optimistis, penerbitan obligasi oleh korporasi masih marak. "Sebab, bank cukup selektif dalam memberikan pinjaman," katanya. Apalagi, jangka waktu kredit bank tak sepanjang obligasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×