kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Wamenkeu: Potensi industri keuangan sangat besar


Jumat, 05 Oktober 2012 / 10:14 WIB
ILUSTRASI. Fasilitas produksi PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII).


Reporter: Rika Theo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pameran Indonesia Financial Expo & Forum (IFEF) 2012 akan berlangsung selama tiga hari, mulai hari ini (5/10) hingga 7 Oktober mendatang. Pada pembukaan pagi ini, salah satu undangan yang hadir adalah Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar.

"Atas nama Kementrian Keuangan, kami menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya pameran ini. Karena memang harapan dari kami untuk bisa memahami posisi strategis industri jasa keuangan di tengah pembangunan Indonesia," jelas Mahendra.

Dia menambahkan, industri jasa keuangan di Indonesia masih tertinggal sangat jauh. Jika diibaratkan dengan air di gelas, jumlahnya baru mencapai 30%-40%. "Hal itu sekaligus menjelaskan potensi ke depan yang luar biasa besar," ungkapnya.

Mahendra mengaku senang dengan pameran ini. Apalagi tema yang diangkat adalah membangun kelas menengah baru dan menjaga ekonomi Indonesia di tengah ekonomi global yang tengah berguncang. Menurutnya, hal tersebut sangat tidak mudah. 

"Mengutip chief economist IMF Oliver Blancard, dia bilang, perlu setidaknya 10 tahun untuk mengembalikan krisis global ke tingkat sebelumnya. Jadi, jika dihitung dari 2008, saat ini baru tahun ke-4. Sehingga, baru 2018 kita melihat pembalikan ekonomi global," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×