kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   31.000   1,17%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Wall Street Turun, Data Tenaga Kerja yang Kuat Picu Spekulasi Kenaikan Bunga The Fed


Sabtu, 05 September 2026 / 05:00 WIB
Wall Street Turun, Data Tenaga Kerja yang Kuat Picu Spekulasi Kenaikan Bunga The Fed
ILUSTRASI. Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (4/9/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (4/9/2026), karena laporan tenaga kerja yang kuat meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan moneter bulan ini.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 272,51 poin (0,51%) ke level 53.413,60; S&P 500 turun 29,30 poin (0,38%) ke level 7.718,41; dan Nasdaq Composite turun 77,07 poin (0,29%)ke level 26.506,99.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 13,14 miliar saham, dengan rata-rata 14,89 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Ketiga indeks utama AS ditutup lebih rendah di tengah aksi jual luas menjelang akhir pekan libur panjang tiga hari.

Baca Juga: Indika Energy (INDY) Akan Mulai Lepas 7,5 Juta Saham Treasuri Mulai 18 September

Selama sepekan, posisi indeks praktis tidak berubah.

Dari 11 sektor utama S&P 500, saham sektor barang konsumsi diskresioner (consumer discretionary) mencatat penurunan terdalam, sementara sektor industri dan teknologi menunjukkan kenaikan tipis.

Sektor semikonduktor mencatat kenaikan tertinggi yakni 3,4%, meskipun secara keseluruhan masih turun 17,8% pada kuartal ini. Sebaliknya, sektor perangkat lunak dan jasa—yang sebelumnya telah naik 24% dalam periode yang sama—justru mencatat penurunan terdalam yakni sebesar 2,1%.

Saham Lululemon Athletica anjlok 17,4% setelah merek pakaian olahraga tersebut memangkas proyeksi laba dan pendapatan untuk tahun fiskal penuh.

Saham Adobe turun 6,7% menyusul pengumuman bahwa CEO lama Shantanu Narayen akan digantikan oleh Anil Chakravarthy, yang berasal dari internal perusahaan.

Saham perusahaan pelaporan kredit AS melemah setelah Direktur Federal Housing Finance Agency, Bill Pulte, menyatakan pada hari Kamis bahwa ia telah menginstruksikan Fannie Mae dan Freddie Mac agar mengizinkan seluruh pemberi pinjaman menggunakan sistem penilaian kredit VantageScore. 

Baca Juga: Wall Street Nyaris Stagnan, Laporan Tenaga Kerja Memicu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga

Saham Fair Isaac turun 16,7%, TransUnion turun 5,9%, sementara Equifax turun 6,4%.

Laporan ketenagakerjaan bulan Agustus yang dirilis Departemen Tenaga Kerja menunjukkan ekonomi AS menambah 162.000 lapangan kerja bulan lalu—hampir tiga kali lipat dari konsensus sebesar 56.000—sementara departemen tersebut merevisi naik data payroll bulan Juni dan Juli dengan total tambahan 55.000 pekerjaan. 

Tingkat partisipasi pasar tenaga kerja meningkat, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1%.

Meskipun laporan tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan biasanya dianggap sebagai kabar ekonomi yang baik, pasar justru menafsirkannya sebagai tanda bahwa The Fed akan menerapkan kenaikan suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan bulan ini. 

Langkah ini bertujuan mencegah tekanan harga energi akibat perang berkembang menjadi inflasi yang lebih luas dan sistemik.

"Pasar tenaga kerja mengalami pemulihan yang signifikan bulan lalu, dan sulit untuk tidak menganggap perbaikan pasar tenaga kerja sebagai perkembangan positif bagi perekonomian," ujar Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group yang berbasis di Omaha, Nebraska. 

Baca Juga: Data Tenaga Kerja AS Menguat, Harga Emas Global Mulai Tertekan

"Di sisi lain, peluang kenaikan suku bunga The Fed sedikit meningkat seiring dengan kondisi ekonomi yang terus menunjukkan tanda-tanda 'memanas'."

"Kita akan mendapatkan gambaran yang jauh lebih jelas mengenai inflasi pekan depan, baik di tingkat konsumen maupun produsen," tambah Detrick, merujuk pada indeks harga konsumen dan produsen yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS.

Pasar keuangan memperhitungkan kemungkinan sebesar 58,4% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan The Fed bulan September—naik dari 49,4% pada hari Kamis—berdasarkan data dari perangkat FedWatch milik CME.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×