CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.009,51   -6,42   -0.63%
  • EMAS992.000 0,51%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Tertekan di Awal Pekan Akibat Penyebaran Omicron


Senin, 20 Desember 2021 / 21:47 WIB
Wall Street Tertekan di Awal Pekan Akibat Penyebaran Omicron
ILUSTRASI. Wall Street melemah karena penyebaran omicron memicu kekhawatiran pembatasan yang lebih ketat.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street melemah karena penyebaran omicron memicu kekhawatiran pembatasan yang lebih ketat. Penyebaran varian omicron menambah kekhawatiran pengetatan lagi ekonomi global.

Senin (20/12) pukul 21.40 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 1,42% ke 34.859. Nasdaq Composite 1,29% ke 14.951. Indeks S&P 500 turun 1,30% ke 4.561.

Lonjakan infeksi global varian virus corona Omicron telah memicu kekhawatiran di pasar keuangan. Banyak negara Eropa dan Inggris mempertimbangkan kemungkinan pembatasan selama Natal. Saham perjalanan turun paling banyak dalam perdagangan premarket. 

United Airlines turun 3,3% dan memimpin penurunan di antara operator utama Amerika Serikat (AS). Royal Caribbean Group tergelincir 3,4% setelah operator pelayaran mengatakan 48 orang di kapal pesiar Symphony of the Seas-nya dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Fluktuatif Besok Selasa (21/12)

"Biasanya apa yang terjadi di Eropa adalah sedikit gambaran dari apa yang kita lihat di AS. Jadi, jika kita melihat lebih banyak infeksi di AS, itu bisa membuat rumah sakit stres, membuat orang enggan keluar, berbelanja, dan ambil bagian dalam ekonomi. Itu pasti menjadi penyebab kekhawatiran," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi Independent Advisor Alliance seperti dikutip Reuters.

Saham pertumbuhan mega-cap memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya. Tesla Inc, Apple Inc, Meta Platforms dan Microsoft Corp turun antara 1,7% dan 2%.

Baca Juga: IHSG Melemah 0,83% ke 6.547 Pada Senin (20/12), Net Buy Terbesar Asing di Saham MLPL

Melemahkan sentimen pasar lebih lanjut, Senator AS Joe Manchin mengatakan pada hari Minggu bahwa dia tidak akan mendukung RUU investasi domestik Presiden Joe Biden senilai US$ 1,75 triliun. Goldman Sachs memangkas perkiraan PDB kuartalan AS untuk 2022, sebagai tanggapan atas komentar Manchin.

Perkembangan terjadi setelah keputusan Federal Reserve pekan lalu untuk mengakhiri stimulus era pandemi lebih cepat, dengan bank sentral mengisyaratkan setidaknya tiga perempat poin kenaikan suku bunga pada akhir 2022.

Baca Juga: Pelemahan Kurs Rupiah Bisa Berlanjut pada Selasa (21/12)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMODP)

[X]
×