kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Wall Street tergerus data ekonomi AS yang menurun


Jumat, 22 Februari 2019 / 05:47 WIB
Wall Street tergerus data ekonomi AS yang menurun


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street tergerus pada perdagangan Kamis (21/1). Semalam, Dow Jones Industrial Average turun 0,40% ke level 25.850. Nasdaq Composite turun 0,39% ke angka 7.459.

Indeks S&P 500 tergerus 0,35% ke 2.774. Indeks S&P 500 menghentikan reli kenaikan yang terjadi dalam tiga hari berturut-turut.

Kemarin, Departemen Perdagangan mengatakan pesanan baru barang modal di perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) turun di bulan Desember. Penurunan pesanan barang modal ini menunjukkan potensi penurunan belanja modal.

Federal Reserve Philadelphia yang mengukur aktivitas bisnis Mid-Atlantic pun melaporkan penurunan. Aktivitas bisnis di bulan Februari mencapai level terendah sejak Mei 2016. Data lain yang dirilis kemarin adalah penjualan rumah existing yang turun ke level terendah sejak November 2015.

"Pasar telah melaju sebelumnya dan kini kita memiliki data yang menyebabkan investor mengambil untung," kata Paul Nolte, portfolio manager Kingsview Asset Management kepada Reuters.

Nolte menambahkan bahwa dia sedikit terkejut dengan penurunan di berbagai data. "Sebagian penurunan disebabkan kondisi cuaca dan sebagian terkait perdagangan. Sulit memperkirakan akan jadi seperti apa tanpa faktor tersebut," kata dia.

Kenaikan bursa beberapa waktu belakangan didorong oleh negosiasi dagang AS dan China serta posisi Federal Reserve yang masih menahan suku bunga. AS dan China mulai menyusun komitmen utama di masalah-masalah paling sulit pada perdagangan kedua negara. Menurut sumber Reuters, kedua pihak berupaya mencapai kesepakatan sebelum 1 Maret.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×