kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wall Street tergelincir pasca serangan AS ke Iran


Sabtu, 04 Januari 2020 / 05:49 WIB
Wall Street tergelincir pasca serangan AS ke Iran
ILUSTRASI. Wall Street

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Indeks utama Wall Street turun dari rekor tertinggi pada penutupan akhir pekan ini setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) di Irak meningkatkan ketegangan di Timur Tengah serta kontraksi yang lebih besar dari perkiraan di sektor manufaktur AS meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Melansir Reuters, Jumat (3/1), Dow Jones Industrial Average turun 233,92 poin atau 0,81 menjadi 28.634,88. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 23 poin atau 0,71% menjadi 3.234,85 dan Nasdaq Composite turun 71,42 poin atau 0,79% jadi menjadi 9.020,77.

Posisi indeks S&P 500 yang berada di zona merah menghentikan kenaikan beruntun yang sudah terjadi selama lima pekan terakhir. Namun, untuk sepekan, sebenarnya indeks Dow hanya turun 0,04%, S&P 500 turun 0,17%, dan Nasdaq masih mencatat kenaikan 0,16%.

Baca Juga: Akhirnya bersuara, Trump: Soleimani berencana membunuh lebih banyak lagi orang AS

Permintaan untuk aset lindung nilai atawa safe haven memang melonjak ketika Iran bersumpah akan membalas dendam atas pembunuhan Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Elit Iran Quds, dalam serangan udara yang disahkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Pukulan bagi pasar saham Negeri Paman Sam berlanjut setelah data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa aktivitas pabrik di AS pada bulan Desember paling rendah dalam lebih dari satu dekade.

"Ada penguatan aktivitas manufaktur yang lemah dan kemudian ditambah dengan percikan geopolitik," kata Michael Antonelli, ahli strategi pasar di Robert W. Baird di Milwaukee. "Itu di atas sentimen bahwa pasar telah overbought."

Baca Juga: Kilau emas tetap menyilaukan di tahun ini

Di antara sektor S&P 500, saham bank menjadi pemberat setelah turun 1,6%. Ini terjadi setelah yield US Treasury berada ke level terendah sejak 12 Desember lalu.

Saham maskapai penerbangan juga jatuh lantaran harga minyak yang melonjak sekitar 3% di perdagangan akhir pekan ini. Lihat saja, saham American Airlines Group Inc turun 5,0%, sedangkan saham United Airlines Holdings Inc tergelincir 2,1%.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, hanya real estat dan utilitas - keduanya dianggap bermain defensif - berakhir lebih tinggi.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×