kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   -15.000   -1,06%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.294   -26,58   -0,36%
  • KOMPAS100 1.142   -7,10   -0,62%
  • LQ45 920   -3,25   -0,35%
  • ISSI 218   -1,41   -0,64%
  • IDX30 460   -1,72   -0,37%
  • IDXHIDIV20 554   -0,98   -0,18%
  • IDX80 128   -0,53   -0,41%
  • IDXV30 130   0,41   0,32%
  • IDXQ30 155   -0,33   -0,21%

Wall Street rontok akibat aksi jual saham-saham teknologi


Selasa, 03 April 2018 / 06:04 WIB
Wall Street rontok akibat aksi jual saham-saham teknologi
ILUSTRASI. Bursa AS


Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street tumbang pada perdagangan pertama bulan April. Senin (2/4), aksi jual terjadi pada saham-saham teknologi. Aksi jual pun dipicu oleh kekhawatiran perang dagang.

Dow Jones Industrial Average anjlok 1,9% ke level 23.644,19 dan turun di bawah moving average (MA) 200. Indeks S&P 500 rontok hingga 2,23% ke 2.581,88. Sedangkan Nasdaq Composite tumbang hingga 2,74% ke 6.870,12.

Amazon.com menjadi saham terbesar pemberat indeks S&P 500. Saham emiten ritel online ini terjun hingga 5,2% setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyerang Amazon lewat twitter.

Pada S&P 500, 11 sektor utama turun. Penurunan terbesar berasal dari sektor konsumer dan teknologi yang tergerus masing-masing 2,8% dan 2,5%.

Pada indeks Nasdaq, saham Microsoft, Intel, Apple, Facebook, dan Alphabet kompak turun. Sedangkan saham Tesla turun hingga 5,1% setelah perusahaan mobil ini mengatakan akan memproduksi 2.000 Model 3 per minggu, turun dari target 2,500 per minggu.

Brian Battle, director of trading Performance Trust Capital Partners mengatakan, pasar lebih rumit daripada aksi jual saham teknologi. Apalagi, indeks S&P pun turun di bawah MA200 yang biasanya menunjukkan tren jangka panjang. "Ini menarik momentum jual dan mereka tidak peduli fundamental seperti apa," kata Battle kepada Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×