kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.014,65   8,27   0.82%
  • EMAS955.000 1,06%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Wall Street: Nasdaq Merosot 2% Jelang Rilis Laporan Pendapatan Big Tech


Selasa, 26 April 2022 / 22:09 WIB
Wall Street: Nasdaq Merosot 2% Jelang Rilis Laporan Pendapatan Big Tech
ILUSTRASI. Wall Street


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Nasdaq merosot lebih dari 2% dipicu kegelisahan seputar laporan pendapatan Big Tech pekan ini pada Selasa (26/4). Menambah kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan Federal Reserve yang lebih hawkish.

Melansir Reuters, pukul 10:16 ET, Dow Jones Industrial Average turun 304,51 poin atau 0,89% pada 33.744,95, S&P 500 turun 59,42 poin atau 1,38% pada 4.236,70, dan Nasdaq Composite turun 318,95 poin, atau 2,45 %, pada 12.685,90.

Saham-saham berbasis pertumbuhan paling terpukul tahun ini karena investor khawatir akan dampak suku bunga yang lebih tinggi terhadap pendapatan perusahaan mendatang.

Baca Juga: Akuisisi Twitter oleh Elon Musk Akan Jadi Salah Satu Akuisisi Terbesar

Sektor yang berorientasi pada pertumbuhan seperti teknologi, layanan komunikasi S&P 500, dan consumer discretionary turun hampir 2%, memimpin kerugian di antara 11 sektor utama S&P 500.

Saham Alphabet Inc dan Microsoft Corp masing-masing turun 2,7% dan 2,2%. Mereka termasuk di antara sepertiga dari perusahaan S&P 500 yang akan melaporkan hasil minggu ini.

"Mengingat gambaran pasar (saat ini), jika salah satu dari perusahaan teknologi ini melaporkan pendapatan di bawah ekspektasi, itu bisa sangat berbahaya karena penurunannya rapuh," kata Julius de Kempenaer, analis senior di StockCharts.com.

"Jika mereka melaporkan angka yang lebih baik dari yang diharapkan, saya pikir itu tidak akan cukup untuk membalikkan pelemahan pasar saat ini."

Meskipun ada beberapa titik terang pendapatan, suasana keseluruhan di pasar suram karena kekhawatiran pertumbuhan global, dipicu oleh pembatasan Covid-19 China, perang Ukraina dan kebijakan pengetatan agresif oleh The Fed.

Rusia menuduh NATO menciptakan risiko serius perang nuklir dengan mempersenjatai Ukraina dalam pertempuran proksi ketika Washington dan sekutunya bertemu untuk menjanjikan senjata berat yang dibutuhkan Kyiv untuk mencapai kemenangan.

Baca Juga: Investor Tesla Khawatirkan Kemampuan Eksekutif Musk Dengan Tambahan Fokus Twitter

Sementara itu, saham Twitter turun 1,8%, sehari setelah platform media sosial setuju untuk dijual kepada bos Tesla Inc Elon Musk. Sedangkan saham Tesla turun 7,8%.

Dari 134 perusahaan di S&P 500 yang melaporkan pendapatan sejauh ini, 80,6% melampaui ekspektasi laba analis, menurut data Refinitiv. Dalam kuartal biasa, 66% mengalahkan perkiraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×