kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Wall Street: Nasdaq Menguat Ditopang Saham Sektor Chip dan Kecerdasan Buatan (AI)


Selasa, 20 Oktober 2026 / 05:02 WIB
Wall Street: Nasdaq Menguat Ditopang Saham Sektor Chip dan Kecerdasan Buatan (AI)
ILUSTRASI. Indeks bergerak variatif: Dow turun 0,07%, S&P naik 0,41%, Nasdaq naik 1,11% dengan saham Intel naik setelah J.P. Morgan kerek ratingnya (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK.  Wall Street bervariasi dengan indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi memimpin penguatan usai ditutup naik 1%, seiring kembalinya minat investor terhadap sektor chip dan saham-saham lain yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) setelah aksi jual tajam pekan lalu. Di saat yang sama, para investor juga menantikan laporan laba perusahaan-perusahaan utama.

Senin (19/10/2026), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 36,38 poin atau 0,07% menjadi 51.966,03, indeks S&P 500 naik 31,29 poin atau 0,41% ke 7.690,73 dan indeks Nasdaq Composite menguat 290,85 poin atau 1,11% ke 26.430,89.

Dari 11 sektoral dalam indeks S&P 500, tujuh sektor ditutup melemah. Sektor barang konsumsi non-primer (consumer discretionary) mencatat kinerja terkuat dengan kenaikan 2,7%, diikuti oleh sektor teknologi yang naik 1,2%. Sebaliknya, sektor utilitas yang bersifat defensif turun 2%, dan sektor real estat melemah 1,2%, menjadikannya sektor dengan kinerja terburuk.

Baca Juga: Tekanan MSCI Bisa Merembet ke Rupiah dan Obligasi Pemerintah

Pada hari Jumat (16/10/2026), indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juni. Kekhawatiran bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat menghambat investasi dalam infrastruktur AI telah membebani saham-saham teknologi, khususnya perusahaan cip dan operator pusat data.

Aksi jual tersebut mencerminkan meningkatnya kecemasan investor mengenai bagaimana pengembangan AI yang memakan biaya besar akan didanai—sebuah pertanyaan yang semakin menekan perusahaan-perusahaan penopang pasar bullish (tren kenaikan) AS, yang baru saja merayakan hari jadinya yang keempat.

Indeks Semikonduktor Philadelphia ditutup naik 1,6% pada sesi ini, mengakhiri tren penurunan selama delapan hari berturut-turut—di mana indeks tersebut sempat anjlok sekitar 15,7%—yang merupakan periode penurunan terpanjang sejak Oktober 2008.

"Ibarat karet gelang, ada batas seberapa jauh ia bisa ditarik ke satu arah sebelum akhirnya putus dan berbalik arah. Setelah penutupan perdagangan hari Jumat, kita akhirnya melihat titik jenuh pada sektor semikonduktor," ujar Michael James, direktur pelaksana sekaligus equity sales trader di Rosenblatt Securities, Los Angeles.

"Tidak ada perubahan berarti antara penutupan hari Jumat dan pembukaan pasar pagi ini, selain fakta bahwa tidak ada kejadian buruk selama akhir pekan. Sentimen pasar sebelumnya sudah sangat negatif hingga terjadi kondisi oversold (jenuh jual), sehingga pantulan harga memang sudah sewajarnya terjadi," tambahnya.

Dengan banyaknya laporan laba perusahaan teknologi yang akan dirilis dalam beberapa hari dan minggu mendatang, James mengingatkan bahwa pasar "masih belum sepenuhnya aman dari masalah."

Baca Juga: Januari-September 2026, Nilai Transaksi Kripto di Tokocrypto Capai Rp 41,6 Triliun

Perusahaan media sosial Meta, yang ditutup turun 0,5%, dijadwalkan untuk melaporkan kinerjanya pada hari Rabu, bersama dengan perusahaan kendaraan listrik Tesla, sementara SpaceX dijadwalkan untuk memberikan laporan pada hari Selasa.

Namun, kenaikan pasar sangat bergantung pada saham-saham berkapitalisasi besar. Selain itu, selama sesi perdagangan berlangsung, indeks-indeks tersebut sempat menjauh dari level tertinggi hariannya. Salah satu faktor penyebabnya adalah pasar energi yang kehilangan sebagian dukungan sebelumnya akibat fluktuasi harga minyak.

Harga minyak mentah berjangka AS berbalik menguat setelah sempat turun, dan ditutup naik 2,2% pada level US$ 103,66 per barel. Kenaikan ini terjadi menyusul serangan oleh kelompok Houthi dari Yaman—yang berafiliasi dengan Iran—terhadap kamp pelatihan militer Yaman, serta serangan lanjutan terhadap fasilitas energi, bandara, dan militer di Arab Saudi.

Pada sesi ini, dorongan terbesar bagi sektor barang konsumsi datang dari perusahaan seperti Amazon.com, yang ditutup naik 5% setelah Morgan Stanley menetapkan perusahaan e-commerce dan komputasi awan tersebut sebagai "pilihan utama" (top pick). Tesla juga memberikan kontribusi positif terbesar kedua bagi sektor ini dengan kenaikan sebesar 3,8%.

Saham CoreWeave menjadi pusat perhatian dalam aksi jual pekan lalu setelah sahamnya anjlok lebih dari 25% akibat kekhawatiran terkait beban utang sebesar US$ 50 miliar. Perdagangan saham penyedia layanan komputasi awan ini berakhir dengan penurunan 0,4%, setelah sempat mencatat kenaikan di awal sesi—yang tampaknya dipicu oleh keputusan Goldman Sachs untuk menaikkan peringkat saham tersebut dari "netral" menjadi "beli".

Baca Juga: Januari-September 2026, Nilai Transaksi Kripto di Tokocrypto Capai Rp 41,6 Triliun

Kinerja CoreWeave tertinggal dibandingkan perusahaan sejenis, yakni Nebius yang naik 2,9% dan Iren yang menguat 2,7%. Saham Intel melonjak 2,4% setelah J.P. Morgan menaikkan peringkat saham tersebut dari "underweight" menjadi "netral".

Saham Cleveland-Cliffs melesat 16% setelah perusahaan baja tersebut mencatatkan laba kuartal ketiga yang melampaui estimasi para analis.

Hari Senin ini menandai peringatan 39 tahun "Black Monday", peristiwa kejatuhan pasar saham tahun 1987 yang mencatatkan penurunan satu hari terbesar dalam sejarah indeks Dow Jones Industrial Average.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×