kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45961,84   -17,31   -1.77%
  • EMAS984.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Wall Street Merosot, Indeks S&P 500 Ditutup Dekat Level Terendah dalam 2 Tahun


Rabu, 28 September 2022 / 05:34 WIB
Wall Street Merosot, Indeks S&P 500 Ditutup Dekat Level Terendah dalam 2 Tahun
ILUSTRASI. Wall Street merosot makin dalam ke pasar bearish


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street merosot lebih dalam ke pasar bearish, dengan indeks S&P 500 mencatat penutupan terendah dalam hampir dua tahun. Sentimen utama datang karena Federal Reserve menunjukkan keinginan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, dengan risiko melempar ekonomi ke dalam keterpurukan.

Selasa (27/9), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,43% ke 29.134,99, indeks S&P 500 melemah 0,21% menjadi 3.647,29 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,25% ke 10.829,50.

Tujuh dari 11 sektor pada indeks S&P 500 turun, dengan sektor utilitas dan kebutuhan konsumen, masing-masing turun sekitar 1,7% dan memimpin pelemahan.

Sementara, sektor energi menguat 1,2% setelah Swedia meluncurkan penyelidikan kemungkinan sabotase setelah kebocoran besar di dua pipa Rusia yang memuntahkan gas ke Laut Baltik.

Dengan hasil kali ini, indeks utama S&P 500 sudah turun sekitar 24% dari rekor penutupan tertinggi pada 3 Januari.

Baca Juga: Wall Street Mulai Pulih dari Tekanan di Awal Perdagangan Selasa (27/9)

Pekan lalu, The Fed mengisyaratkan bahwa suku bunga tinggi dapat bertahan hingga 2023, dan indeks S&P 500 menghapus kenaikan terakhirnya dari reli musim panas dan mencatat penutupan terendah sejak November 2020.

S&P 500 pun sudah turun selama enam sesi berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak Februari 2020.

Katalis utama datang setelah Presiden The Fed St. Louis James Bullard membuat alasan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, sementara Presiden The Fed Chicago Charles Evans mengatakan bank sentral perlu menaikkan suku setidaknya satu poin persentase tahun ini.

"Ini mengecewakan, tapi tidak mengejutkan," kata Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth di Fairfield, Connecticut.

"Orang-orang khawatir tentang Federal Reserve, arah suku bunga, kesehatan ekonomi," tambah Pavlik.

Analis di Wells Fargo sekarang melihat bank sentral Amerika Serikat (AS) itu mengambil kisaran target untuk suku bunga dana The Fed menjadi antara 4,75% dan 5,00% pada kuartal I-2023.

Pada perdagangan ini, saham Tesla naik 2,5% dan Nvidia menguat 1,5%, dengan kedua perusahaan membantu menjaga indeks Nasdaq berakhir positif.

Trader menukarkan saham Tesla senilai lebih dari US$ 17 miliar, lebih banyak dari saham lainnya.

Baca Juga: Akhirnya, Wall Street Dibuka Naik Setelah Aksi Jual 5 Sesi Beruntun

Pada perdagangan hari Selasa, imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 12 tahun, di tengah komentar hawkish dari pejabat The Fed.

Kekhawatiran tentang keuntungan perusahaan yang terkena dampak dari melonjaknya harga dan ekonomi yang lebih lemah juga mengguncang Wall Street dalam dua minggu terakhir.

Analis telah memangkas ekspektasi pendapatan perusahaan pada S&P 500 untuk kuartal ketiga dan keempat, serta untuk setahun penuh.

Untuk kuartal ketiga, analis sekarang melihat laba per saham pada indeks S&P 500 hanya naik 4,6% secara tahunan, dibandingkan dengan pertumbuhan 11,1% yang diharapkan pada awal Juli.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×