kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Wall Street kembali tembus rekor tertinggi, ditopang data tenaga kerja di akhir pekan


Jumat, 05 November 2021 / 21:15 WIB
ILUSTRASI. Wall Street menguat jelang akhir pekan pertama November. Bahkan, tiga indeks utama Wall Street menuju rekor tertinggi lagi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street menguat jelang akhir pekan pertama November. Bahkan, tiga indeks utama Wall Street menuju rekor tertinggi lagi.

Jumat (5/11) pukul 21.05 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,96% ke 36.471. Indeks S&P 500 naik 0,66% ke 4.710. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,68% ke 16.047. 

Data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang kuat pada bulan Oktober. Kabar baik juga berasal dari pendapatan emiten yang positif dan pembaruan pil Covid-19 Pfizer sehingga menambah sentimen positif pertumbuhan ekonomi.

Laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan pekerjaan meningkat lebih dari yang diharapkan bulan lalu. Infeksi Covid-19 yang mereda selama musim panas menyebabkan aktivitas ekonomi mendapatkan momentum di awal kuartal keempat.

Baca Juga: Kurs rupiah masih berpotensi melemah pekan depan

Harga saham Pfizer Inc melonjak 10,8% dalam perdagangan premarket setelah pil antivirus eksperimental pembuat obat untuk Covid-19 memangkas 89% kemungkinan rawat inap atau kematian untuk orang dewasa yang berisiko terkena penyakit parah.

Saham-saham emiten perjalanan naik mengikuti berita tersebut. Harga saham dengan American Airlines, United Airlines, Delta Air Lines, operator pelayaran Carnival Corp dan Norwegian Cruise naik antara 5,6% dan 5,9%.

"Pasar naik banyak sebelumnya dengan berita Pfizer, tetapi sekarang ini benar-benar terasa seperti akhir dari pandemi," kata Thomas Hayes, pengelola Great Hill Capital LLC kepada Reuters.

Baca Juga: IHSG melemah 0,15% sepekan hingga Jumat (5/11)

Musim pelaporan kuartal ketiga yang luar biasa, ditambah dengan prospek pertumbuhan pendapatan yang ceria serta bank sentral yang tidak terburu-buru menaikkan suku bunga, telah mendorong selera investor terhadap pasar saham. Kenaikan ini mengatasi kekhawatiran inflasi, gangguan rantai pasokan, dan kekurangan tenaga kerja.

S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi untuk enam hari berturut-turut pada hari Kamis. Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS diperkirakan akan memberikan suara pada hari Jumat mengenai kebijakan sosial, RUU perubahan iklim, dan RUU infrastruktur bipartisan.

Baca Juga: Ada sentimen tapering off The Fed, IHSG melemah tipis pekan ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×