kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wall Street dilanda aksi jual pasca tembus rekor


Rabu, 09 Juli 2014 / 05:29 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke dalam perahu bermesin di perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Jumat (20/1/2023). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa AS dilanda aksi jual pada tadi malam (8/7). Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 tergerus 0,7% menjadi 1.963,71.

Penurunan juga terlihat pada indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 0,7% menjadi 16.906,62. Sedangkan indeks Russell 2000 anjlok 1,2% dan Nasdaq Composite melorot 1,4%. Transaksi tadi malam melibatkan 6,4 miliar saham, di mana angka tersebut 7,3% di atas transaksi rata-rata tiga bulanan.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Beberapa di antaranya adalah Twitter Inc dan Pandora Media Inc yang merosot setidaknya 7%. Sementara, Goldman Sachs Group Inc dan JPMorgan Chase & Co melorot 1,6%. Adapun saham Alcoa Inc naik 1,3%.

Aksi jual yang melanda bursa AS terkait dengan prediksi sejumlah analis terkait aksi jual di Wall Street. Raymond James & Associates, misalnya, mengatakan saat ini pasar saham sangat rentan mengalami penurunan. Selain itu, ada pula pernyataan Citigroup Inc yang bilang investor mencemaskan aksi jual besar-besaran di pasar saham.

"Banyak investor yang bertanya-tanya apakah kenaikan Wall Street sudah berakhir. Seiring tercapainya rekor baru, ada kecemasan bahwa akan terjadi penarikan besar-besaran dari pasar saham," jelas Tobias Levkovich, chief US equity strategist Citigroup Inc.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×