kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

IHSG Menguat 4,90% dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pekan Depan


Jumat, 23 Oktober 2026 / 19:42 WIB
IHSG Menguat 4,90% dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pekan Depan
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,90% dalam sepekan. IHSG ditutup naik ke level 5.439,26 pada Jumat (23/10/2026), dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu (16/10/2026) di level 5.185,11.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, melihat pemulihan IHSG masih dibayangi ketidakpastian MSCI dan sentimen global. Di pasar komoditas, harga minyak Brent berada di sekitar US$ 114,39 per barel akibat eskalasi konflik Timur Tengah, yang meningkatkan risiko tekanan inflasi dan volatilitas pasar global.

Untuk perdagangan Senin (26/10/2026), pasar akan mencermati tindak lanjut reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk rencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November.

Baca Juga: Rupiah Babak Belur, Nilai Tukar terhadap SGD dan Ringgit Makin Mahal

Selain itu, pelaku pasar akan menantikan keputusan suku bunga The Fed pada 29 Oktober. Konsensus memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga tetap di level 4,00%, dengan konferensi pers Jerome Powell turut menjadi perhatian.

Kenaikan harga minyak berpotensi memperkuat tekanan inflasi, sementara arah kebijakan The Fed akan memengaruhi dolar AS, yield obligasi, rupiah, dan arus modal asing. Rilis laporan keuangan emiten kuartal III juga perlu dicermati untuk melihat kinerja perusahaan di tengah volatilitas pasar.

"Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level psikologis 5.400. "Support terdekat berada di 5.400-5.366, sedangkan resistance di 5.500-5.540," ujar Reza kepada Kontan, Jumat (23/10/2026).

Reza menilai, indikator MACD masih berada di zona negatif meskipun tekanan histogram mulai mereda. Kondisi ini menunjukkan penguatan IHSG belum mengonfirmasi pembalikan tren. Jika indeks menembus 5.500 disertai penguatan momentum, peluang kenaikan lanjutan terbuka. Sebaliknya, jika kembali turun di bawah 5.366, risiko koreksi perlu diwaspadai.

Sementara itu, Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project William Hartanto menilai IHSG bergerak menguat meskipun belum menunjukkan reversal. Menurutnya, garis besar tren IHSG masih menurun dan pada pekan depan indeks akan menguji resistance 5.500.

William memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 5.400-5.500 pada pekan depan. Dari sisi sektoral, ia menilai sektor pertambangan paling menarik untuk dicermati. Menurut William, sektor tersebut memiliki siklus setiap akhir tahun.

Untuk pilihan saham, William merekomendasikan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dengan target 10.000 dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan target Rp 615.

Baca Juga: Bitcoin Bertahan di Atas US$ 80.000, tetapi Tren Bullish Belum Terjamin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×