kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Wall Street dibuka turun karena perang dingin perusahaan teknologi AS & China


Kamis, 23 Mei 2019 / 21:36 WIB
Wall Street dibuka turun karena perang dingin perusahaan teknologi AS & China


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -NEW YORK. Wall Street pada pembukaan Kamis (23/5) turun lebih dari 1% karena saham teknologi ditekan oleh kekhawatiran pertengkaran perdagangan AS-China bisa berubah menjadi perang dingin teknologi antara kedua negara.

Mengutip Reuters, Kamis (23/5), Dow Jones Industrial Average turun 388,82 poin, atau 1,51%, pada 25.387,79, lalu S&P 500 turun 37,84 poin, atau 1,32%, pada 2.818,43 dan Nasdaq Composite turun 117,75 poin, atau 1,52%, pada 7.633,10.

Beijing mengatakan Washington perlu memperbaiki "tindakan salah" untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan setelah Amerika Serikat memasukkan daftar hitam Huawei Technology Co Ltd pekan lalu.

Meskipun pemerintahan Trump sementara meredakan pembatasan pada pembuat peralatan telekomunikasi China, ketegangan meningkat lagi pada hari Rabu (22/5) menyusul laporan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sanksi pada perusahaan video surveillance Cina Hikvision.

Investor sekarang khawatir bahwa tarif tit-for-tat dan tindakan pembalasan lainnya oleh dua ekonomi terbesar di dunia akan menghambat pertumbuhan global, dan terutama memukul sektor teknologi pertumbuhan tinggi.

Apple Inc turun 2,1%, sementara Microsoft Corp turun 1,6%, membebani sektor teknologi S&P 500, yang turun 1,91%.

"Ini telah berubah menjadi perang dagang yang lebih luas. Awalnya, ini tentang tarif dan pembalasan, sekarang Anda berbicara tentang pelarangan perusahaan dan itu tidak terlihat baik dalam waktu dekat," kata Scott Brown, kepala ekonom di Raymond James di St. Petersburg, Florida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×