kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Wall Street anjlok lebih 1% setelah Trump meminta perusahaan AS keluar dari China


Jumat, 23 Agustus 2019 / 23:27 WIB

Wall Street anjlok lebih 1% setelah Trump meminta perusahaan AS keluar dari China
ILUSTRASI. Bursa AS

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Tiga indeks utama Wall Street turun lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (23/8) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, perusahaan AS harus segera mencari alternatif mereka di luar China.

Pernyataan Trump tersebut sebagai respons keputusan China mengenakan tarif terhadap balasan ke produk AS senilai US$ 75 miliar.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 283,17 poin atau 1,08% menjadi 25.969,07. Indeks S&P500 turun 34,24 poin atau 1,17% menjadi 2.888,71 dan indeks Nasdaq Composite turun 95,69 poin atau 1,20% menjadi 7.895,70.

Baca Juga: Trump bertanya siapa musuh terbesar AS, Ketua The Fed Powell atau Presiden China Xi?

Trump dalam tweetnya mengatakan,AS telah kehilangan triliunan dolar dalam perdagangan dengan China selama bertahun-tahun. Trump menuding China telah mencuri kekayaan intelektual mereka dengan nilai ratusan miliar dolar per tahun dan China ingin melanjutkan pencurian tersebut.

"Saya tidak akan membiarkan itu terjadi! Kami tidak membutuhkan China, sejujurnya," tulis Trump.

Saham Apple turun 4,1%. Saham VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH) turun 3,7% karena Nvidia dan Broadcom keduanya turun sekitar 5%. Saham Caterpillar, sementara itu, turun 3,2%.

Mengutip CNBC, kicauan Trump datang setelah China meluncurkan tarif baru untuk barang-barang AS. China akan menerapkan tarif baru untuk barang-barang A.S. lainnya senilai US$ 75 miliar, termasuk mobil. Tarif ini akan berkisar antara 5% dan 10% dan akan diimplementasikan dalam dua kali yakni pada 1 September dan 15 Desember.

Baca Juga: Soal bunga, Bos The Fed Jerome Powel akan bertindak sepantasnya

Sebelumnya pada hari Jumat, saham bergerak di sekitar garis datar setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan pidato dari simposium bank sentral tahunan di Jackson Hole, Wyoming.

Di dalamnya dia mengatakan The Fed akan melakukan apa yang bisa untuk mempertahankan ekspansi ekonomi saat ini. "Tantangan kami sekarang adalah melakukan apa yang dapat dilakukan kebijakan moneter untuk mempertahankan ekspansi sehingga manfaat dari pasar pekerjaan yang kuat meluas ke lebih banyak dari mereka yang masih tertinggal, dan agar inflasi terpusat dengan kuat sekitar 2 persen," ujarnya.

Baca Juga: Trump menekan perusahaan-perusahaan AS menutup bisnis mereka di China

Dia juga mencatat tidak ada buku peraturan untuk perang perdagangan AS-China saat ini, menambahkan bahwa menyesuaikan ketidakpastian kebijakan perdagangan ke dalam kerangka kerja ini adalah tantangan baru.


Reporter: Noverius Laoli
Editor: Noverius Laoli

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0116 || diagnostic_web = 0.3932

Close [X]
×