kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Walau regional hijau, IHSG diprediksi masih mixed


Rabu, 19 Desember 2012 / 08:54 WIB
Walau regional hijau, IHSG diprediksi masih mixed
ILUSTRASI. produk kosmetika buatan PT Mandom Indonesia Tbk (TCID)


Reporter: Issa Almawadi |

JAKARTA. Kemarin bursa Wall Street dan Eropa menanjak, begitu pula saham-saham di Jepang pagi ini. Namun, analis masih memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variatif.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah di tengah menguatnya bursa regional Asia. Meski berada di zona merah, akan tetapi IHSG masih ditutup di atas level psikologis 4.300. IHSG kemarin turun 14,42 poin (0,33 %) ke level 4.301.

Analis riset PT Panin Sekuritas Tbk  Purwoko Sartono memperkirakan kecenderungan pelemahan IHSG masih berlaku hari ini. "IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah," kata Purwoko. Ia memprediksi kisaran support-resistance IHSG berada di level 4.270-4.325.

Sedangkan analis First Asia David Nathanael Sutyanto dalam risetnya memperkirakan IHSG bergerak variatif di rentang 30-50 poin dengan penguatan terbatas. "Saham-saham berbasiskan material dan energi berpeluang menguat menyusul ekspektasi atas penguatan harga komoditas setelah Goldman  Sachs memprediksi pertumbuhan ekonomi China kuartal IV 2012 mencapai 7,8%, naik dari perkiraan sebelumnya 7,6%," jelasnya. Ia memprediksi IHSG akan bergerak dengan support di 4.270 dan resistance di 4.330.

Analis Universal Broker Satria Utomo juga memperkirakan IHSG masih bergerak mixed terbatas di kisaran 4.275-4.333. "Investor menunggu apakah IPO Waskita  dapat membantu kenaikan, apalagi bursa regional juga dalam tren naik," tuturnya. Namun, ia melihat asing masih terlihat ragu masuk lagi terutama dengan nilai rupiah yang masih melemah.

"Dengan kondisi windows dressing, sebaiknya investor mencermati saham-saham pertambangan dan komoditas lain," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×