kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Walau masih meredup, harga emas spot mulai merayap naik di US$ 1.492,55 per ons troi


Kamis, 19 September 2019 / 10:11 WIB
ILUSTRASI. Emas batangan


Reporter: Handoyo, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas meredup di pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg Kamis (19/9) pukul 10.05 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.492,55 per ons troi, turun 0,10% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sementara, harga emas berjangka pada Kamis (19/9) pukul 7.37 WIB, untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange merosot 1,19% ke US$ 1.497,70 per ons troi ketimbang harga kemarin pada US$ 1.515,80 per ons troi.

Harga emas justru turun setelah bank sentral AS The Fed menurunkan suku bunga acuan 25 basis points pada rapat kemarin. Padahal, biasanya harga emas meningkat ketika suku bunga turun. Ini terjadi karena suku bunga yang rendah menyebabkan investasi aset non emas menghasilkan return lebih tipis sehingga opportunity cost emas mengecil.

Baca Juga: Harga emas Antam turun Rp 5.000 pada hari ini

"Harga emas turun karena hanya tujuh dari 17 anggota Federal Open Market Committee yang memperkirakan satu kali lagi pemangkasan hingga tutup tahun ini," kata Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO kepada Reuters.

Wong menambahkan bahwa proyeksi tahun 2020/2021 juga masih dalam batas terukur dan prospek jangka panjang tidak berubah.

Dalam proyeksi The Fed, pertumbuhan ekonomi AS diramal akan sebesar 2,2% tahun ini. Tingkat pengangguran akan bertahan pada 3,7% hingga tahun depan.

Baca Juga: Rupiah melemah menjelang pengumuman kebijakan moneter BI

Sementara tingkat inflasi diprediksikan akan sebesar 1,5% tahun ini, lebih rendah daripada target The Fed pada 2%. Inflasi diramal mencapai 1,9% pada tahun depan.

Kini, pasar keuangan global menunggu aksi bank sentral Jepang yang akan mengumumkan kebijakan moneter hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×