kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Volume penjualan batubara Indo Tambangraya (ITMG) turun 17,64% menjadi 15,4 juta ton


Selasa, 24 November 2020 / 17:09 WIB
Volume penjualan batubara Indo Tambangraya (ITMG) turun 17,64% menjadi 15,4 juta ton
ILUSTRASI. Indo Tambangraya (ITMG) membukukan laba bersih US$ 39,98 juta hingga kuartal ketiga 2020, turun 60,5% secara tahunan.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan harga batubara turut menggerus kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada sembilan bulan pertama tahun ini. ITMG membukukan laba bersih senilai US$ 39,98 juta hingga kuartal ketiga 2020 atau menurun hingga 60,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 101,21 juta.

Penurunan laba bersih ini sejalan dengan terkoreksinya pendapatan ITMG. Per kuartal ketiga, konstituen Indeks Kompas100 tersebut mencatatkan penurunan pendapatan bersih hingga 33,17% secara tahunan, dari US$ 1,30 miliar menjadi US$ 871,88 juta.

Mengutip keterangan ITMG, Selasa (24/11), emiten tambang ini mencatatkan volume penjualan sebesar 15,4 juta ton. Voume penjualan ini turun 17,64% secara tahunan dari sebelumnya 18,7 juta ton. Harga jual rata-rata sebesar US$ 53,8 per ton pada sembilan bulan pertama 2020, menurun 18,85% dari realisasi harga pada periode yang sama tahun lalu yakni US$ 66,3 per ton.

Secara rinci, penjualan batubara ke pasar dalam negeri sebanyak 2,9 juta ton. Sementara volume  batubara yang diekspor ke China  sebanyak 3,6 juta ton, Jepang sebanyak 3,5 juta ton, Filipina sebanyak 1,3 juta ton, Thailand sebanyak 0,9 juta ton, sisanya merupakan negara-negara lain di Asia Timur dan Tenggara.

Baca Juga: Kinerja Indo Tambangraya (ITMG) di kuartal III tergerus pelemahan harga batubara

Yulius Gozali, Direktur Hubungan Investor Indo Tambangraya Megah mengatakan, per kuartal ketiga periode Juli-September 2020, ITMG mencatat volume penjualan sebesar 4,3 juta ton atau menurun 33,8%. Sedangkan per periode yang sama tahun lalu, volume penjualan mencapai 6,5 juta ton

Di sisi lain, ITMG telah mendapatkan 98% kontrak volume penjualan. “Oleh sebab itu, kami optimistis akan mencapai target volume penjualan 21,6 juta ton untuk tahun ini,’’ ujar Yulius kepada Kontan.co.id, Selasa (24/11).

ITMG mencatatkan volume produksi sebesar 13,8 juta ton batubara dalam sembilan bulan pertama tahun ini. ITMG menghasilkan 4,9 juta ton batubara pada kuartal ketiga 2020.

Jumlah volume produksi ini lebih rendah dibandingkan target produksi yang diproyeksikan yakni mencapai 5,1 juta ton untuk Juli-September. Yulius membeberkan, produksi yang berada di bawah proyeksi disebabkan adanya curah hujan yang cukup tinggi di triwulan ketiga tahun ini.  Adapun ITMG menetapkan target produksi sebesar 19,1 juta ton untuk sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Ini kata analis soal prospek batubara di tengah menggeliatnya energi alternatif

ITMG meyakini bahwa situasi ekonomi global akan terus membaik mengingat perekonomian China secara berangsur-angsur pulih. Di sisi lain, datangnya musim dingin diperkirakan akan meningkatkan permintaan energi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.  

Penemuan vaksin Covid-19 juga diperkirakan akan menggairahkan kembali aktivitas sosial-ekonomi, sehingga kebutuhan akan energi akan meningkat dan kembali sedia kala.  Sementara dari dalam negeri, anomali cuaca La Nina akan berdampak pada pasokan yang mengetat sampai pengujung tahun ini.    

Lebih lanjut, ITMG meyakini bisnis batubara akan tetap tangguh di tengah ketidakpastian global ini. Hal tersebut terlihat dari beberapa indikator antara lain ITMG terus menerapkan langkah-langkah efisiensi biaya dan akan mencapai target pemangkasan biaya sebesar US$ 8 per ton, dibandingkan dengan biaya pada akhir 2019 yang mencapai US$  58 per ton.

Per kuartal ketiga saja, ITMG mencatat biaya bisnis batubara sebesar US$ 47 per ton atau US$ 4 lebih rendah dari kuartal sebelumnya.

Baca Juga: Saham emiten batubara mulai membara, ada yang melesat hingga 16% hari ini

Emiten batubara ini juga dapat mempertahankan arus saldo kas yang kuat, yakni di atas US$ 200 juta. Posisi ini menempatkan ITMG pada posisi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan organik dan anorganik di masa depan.

Selain itu, ITMG mampu mempertahankan pembayaran dividen yang tinggi di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Buktinya, untuk semester pertama 2020, ITMG telah mengumumkan besaran dividen interim sebesar US$ 22,8 juta atau setara dengan 80% dari laba bersih Indo Tambang. 

Baca Juga: Kinerja tertekan harga batubara, simak rekomendasi saham Indo Tambangraya (ITMG)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×