kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.008,41   -2,46   -0.24%
  • EMAS1.131.000 0,27%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Volatilitas Tinggi Awal Tahun, IHSG Berpotensi Tembus 8.100 Pada 2024


Selasa, 28 November 2023 / 20:09 WIB
Volatilitas Tinggi Awal Tahun, IHSG Berpotensi Tembus 8.100 Pada 2024
ILUSTRASI. Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun berpotensi semakin tinggi. Tribunnews/Jeprima


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun berpotensi semakin tinggi. Ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari gelaran pemilu hingga era suku bunga tinggi.

Direktur Utama RHB Sekuritas Thomas Nugroho memproyeksikan pada kuartal I-2024, IHSG masih akan bergerak fluktuasi karena arus dana asing masih belum kuat karena ketidakpastian politik. 

Sebagai gambaran, hingga akhir perdagangan Selasa (28/11), investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 131,90 miliar. Sepanjang 2023, net sell investor asing mencapai Rp 13,53 triliun. 

Baca Juga: IHSG Naik 0,39% Hari Ini, Begini Proyeksi Untuk Besok (29/11)

Namun jika pemilu berjalan lancar, maka akan menjadi katalis bagi bursa dalam negeri. Dus, Thomas memproyeksikan IHSG baru akan bergerak naik di awal kuartal II-2024. 

"IHSG kemungkinan baru akan bergerak uptrend dan rally di awal kuartal dua. Di beberapa waktu terakhir, IHSG mulai rally di sekitar bulan Maret atau April," katanya saat dihubungi Kontan, Selasa (28/11). 

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy memperkirakan masih ada potensi peningkatan volatilitas IHSG di sisa 2023 hingga semester I-2024.

Dia bilang tiga sentimen utama yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG, yakni tensi geopolitik, suku bunga yang masih akan bertahan tinggi dan ketidakpastian politik karena pemilu. 

"Peningkatan volatilitas di semester I-2024 tidak akan berdampak terlalu karena IHSG masih akan ditopang sektor ritel, konsumer dan energi terbarukan," jelas Robertus. 

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan investor untuk mengalokasikan aset lebih konservatif di paruh pertama 2024, dengan alokasi aset 60% di instrumen pasar uang dan 40% obligasi korporasi.

Namun Robertus menilai menjelang semester II-2024, ada potensi pelonggaran moneter oleh bank sentral sehingga akan berdampak positif bagi pasar saham dan obligasi negara. 

"Di paruh kedua, kami menyarankan alokasi aset yang lebih agresif. 60% untuk saham blue chip, second liner atau indeks saham dan 40% di obligasi negara," tuturnya. 

Sektor perbankan, telekomunikasi, otomotif dan consumer related akan menjadi penopang indeks di semester II-2024. Saham pilihan Mirae Asset Sekuritas jatuh pada BBRI, BBCA, AMRT, HOKI, ACES, MAPI

Baca Juga: IHSG Naik 0,39% ke 7.041 Pada Selasa (28/11), BRPT, MDKA, MEDC Top Gainers LQ45

Robertus menyebut IHSG layak untuk mendapatkan penilaian yang lebih tinggi dibandingkan indeks negara tetangga. Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menembus level 8.100 pada 2024. 

Sementara, Thomas menyampaikan RHB Sekuritas belum memiliki target resmi untuk IHSG pada 2024 mendatang karena masih banyak faktor ketidakpastian yang perlu diperhitungkan. 

Namun ia memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak ke level 7.800 di akhir 2024. Dengan catatan, pemilu berjalan dengan lancar dan terkendali saat peralihan pemerintah ke presiden terpilih berikutnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×