kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.016   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Virus corona berpotensi hambat mobilitas, bagaimana efeknya ke emiten telekomunikasi?


Jumat, 13 Maret 2020 / 06:45 WIB


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

Bernada serupa, General Manager External Corporate Communications Telkomsel Aldin Hasyim mengatakan, sejak merebaknya penyebaran virus corona di Indonesia, Telkomsel mencatat trafik komunikasi pelanggan masih berjalan normal.  

"Untuk penggunaan layanan voice, SMS ataupun internet, tidak mengalami kenaikan atau penurunan yang signifikan dibandingkan hari biasa," ucap Aldin.

Direktur PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) Djoko Tata Ibrahim juga mengungkapkan, trafik penggunaan data pelanggan Smarfren masih terlihat normal. FREN juga tidak mengadakan antisipasi khusus terkait adanya potensi peningkatan trafik akibat merebaknya virus corona di dalam negeri.

Baca Juga: Begini cara Telkomsel antisipasi penyebaran virus corona di lingkungan kerja

Alasannya, Smartfren memang memprediksi adanya kenaikan trafik karena penambahan jumlah pelanggan yang cukup tinggi pada tahun ini.

Menurut Djoko, perusahaannya menargetkan jumlah pelanggan Smartfren bisa mencapai sekitar 40 juta hingga akhir 2020, naik 66% dari posisi saat ini yang sebanyak 24 juta pelanggan. "Jadi, seharusnya kapasitas kami cukup untuk melayani penambahan trafik karena isu corona," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×