kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Vaksinasi mandiri jadi sentimen positif bagi Kalbe Farma (KLBF)


Selasa, 09 Maret 2021 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Vidjongtius dalam konferensi pers RUPST KLBF yang digelar secara online, Senin (18/5). Foto: DOK Kalbe Farma)


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

Analis NH Korindo Sekuritas Putu Chantika mengamati, diizinkannya vaksinasi mandiri dapat menjadi katalis positif bagi KLBF ke depan. Mengingat, emiten farmasi itu turut andil dalam memproduksi vaksin Covid-19 bersama dengan Genexine Korea Selatan. Di sisi lain, lini bisnis distribusi KLBF juga diproyeksi meningkat seiring adanya program vaksinasi. 

"Jika proses tahap uji klinis vaksin Covid-19 on track, hal  ini menjadi sentimen positif  yang cukup kuat," ujarnya kepada Kontan.co.id beberapa waktu lalu. Ia pun merekomendasikan buy saham KLBF dengan target harga Rp 1.750. 

Senada, Analis Ciptadana Sekuritas Robert Sebastian juga menyarankan buy saham KLBF dengan target harga Rp 1.770. 

Baca Juga: Penjualan Semen Indonesia (SMGR) diproyeksi membaik, simak rekomendasi sahamnya

"KLBF sedang mengembangkan vaksin dan dapat menjadi sentimen positif, apalagi sudah diperbolehkan vaksin mandiri. Untuk kalangan menengah ke atas dan swasta akan sangat bagus," ujar Robert kepada Kontan.co.id, Senin (8/3). 

Di sisi lain, Robert melihat KLBF tergolong ke dalam sektor yang cukup stabil dan dapat membukukan kinerja yang apik di tengah pandemi Covid-19. Rupiah yang cenderung stabil juga membawa dampak positif bagi emiten farmasi seperti KLBF. 

Sekadar informasi, hingga penutupan perdagangan Selasa (9/3) saham KLBF ditutup di Rp 1.545 Harga tersebut melemah 0,32% selama sepekan dan melorot 1,59% selama sebulan terakhir. 

Selanjutnya: Ditopang rawat inap, pendapatan Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) naik 6,69% di 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×