CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Utang bank jangka panjang Kalbe Farma (KLBF) meningkat, begini penjelasan manajemen


Selasa, 20 Agustus 2019 / 17:48 WIB

Utang bank jangka panjang Kalbe Farma (KLBF) meningkat, begini penjelasan manajemen
Bernandus Karmin Winata


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada paruh pertama tahun ini, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan kenaikan total liabilitas sebesar 23,3% year on year (yoy) menjadi Rp 3,51 triliun dari sebelumnya Rp 2,85 triliun.

Total perubahan total aktiva atau total kewajiban naik hingga Rp 664,58 miliar ini disebabkan kenaikan utang pajak dari pembayaran dividen dan utang bank jangka panjang untuk keperluan penambahan kapasitas produksi.

Melansir laporan keuangan KLBF di semester I 2019, utang bank jangka panjangnya tercatat naik siginifikan dari sebelumnya Rp 32,11 miliar di semester I 2018 menjadi Rp 573,47 miliar.

Baca Juga: Kalbe Farma targetkan pabrik Mixagrip di Myanmar mulai aktif komersial tahun 2022

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Bernandus Karmin Winata menjelaskan pinjaman itu untuk dua anak perusahaan. “Dua anak perusahaan itu perlu melakukan ekspansi untuk menambah kapasitas mesin, bukan skema pembangunan pabrik baru,” jelasnya saat Konferensi Pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/8).

Bernandus menyatakan tiap anak perusahaan punya otoritas peminjaman sendiri. Adapun pinjaman utang bank tersebut digunakan lebih ke pada working capital seperti membangun gudang dan pemenuhan bahan baku.

Bernandus menjelaskan meningkatnya pinjaman relate ke working capital jika dilihat dari kerja sama yang dijalin KLBF dengan pemerintah lewat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan dampak terutama ke anak usaha yang bergerak di obat-obatan yang support JKN.  

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) telah serap capex sebesar Rp 912 miliar di semester I-2019

Beban yang cukup besar ini dapat dilihat dari jumlah piutang yang terus meningkat sehingga KLBF  harus mengatur dan memanfaatkan cashflow serta menjaga harga bahan baku yang impor.

Kendati demikian, Bernandus tidak menyebutkan anak perusahaan mana yang dikucurkan dana terkait utang bank jangka panjang di semester I 2019 ini. Namun, ia menegaskan bahwa pinjaman utang bank jangka panjang ini digunakan untuk working capital


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Yoyok
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0023 || diagnostic_web = 0.1723

Close [X]
×