kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

USD dan JPY Dilirik saat Konflik Israel – Palestina Makin Membara


Selasa, 10 Oktober 2023 / 18:27 WIB
USD dan JPY Dilirik saat Konflik Israel – Palestina Makin Membara
ILUSTRASI. dolar AS (USD) dan yen Jepang (JPY) diincar saat konflik geopolitik Israel-Palestina memanas


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik geopolitik antara Israel-Palestina mendorong investor untuk mencari perlindungan kepada aset yang memiliki lindung nilai (safe haven). Mata uang dolar Amerika Serikat (USD) dan yen Jepang (JPY) merupakan salah satu pilihan dalam kondisi tersebut.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengamati, USD dan JPY akan dikawal ketat selama pekan ini akibat peristiwa mengejutkan yang terjadi pada akhir pekan lalu. Pasar mengalami sentimen risk off, sehingga banyak yang memburu mata uang safe haven.

“Dolar AS dan Yen Jepang, keduanya masih dipandang oleh banyak orang sebagai mata uang safe-haven,” ujar Sutopo kepada Kontan.co.id, Selasa (10/10).

Sutopo mengatakan, awal bulan ini diwarnai konflik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan volatilitas di pasar saham Asia untuk beberapa komoditas berisiko seperti emas, minyak dan indeks saham. Para investor masih diselimuti kekhawatiran bahwa Israel akan memberikan respons yang keras, seperti yang sudah terjadi.

Baca Juga: Terburuk Sejak November 2022, Rupiah Spot Ditutup Melemah ke Rp 15.739 Per Dolar AS

Sehingga potensi serangan balasan ini akan meningkatkan ketegangan antara Israel dan banyak negara lain di kawasan Timteng termasuk Iran. Oleh karena itu, meskipun harga minyak mentah dunia mengalami gap yang lebih tinggi, namun selisihnya tetap tinggi.

Para pedagang di pasar valuta asing pun akhirnya mencari perlindungan pada mata uang safe haven seperti dolar AS dan Yen Jepang karena surat utang AS tidak diperdagangkan hari ini. Sementara investor obligasi berbondong-bondong beralih ke surat berharga Eropa.

Hanya saja, Sutopo berujar, pelaku pasar perlu mencermati data penting ekonomi AS di pekan ini. Selain itu, adanya intervensi otoritas Jepang lebih lanjut mengingat USD/JPY diperdagangkan tidak terlalu jauh dari level 150,00 saat ini.

“Secara keseluruhan, perhatian pasar akan tetap tertuju pada sentimen geo-politik dan data penting AS lainnya hingga setidaknya akhir pekan ini,” pungkas Sutopo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×