kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Usai jual menara, utang EXCL akan menyusut


Selasa, 29 Maret 2016 / 19:40 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Setelah menuntaskan penjualan menara, utang PT XL Axiata Tbk (EXCL) diperkirakan akan menyusut signifikan. Direktur Keuangan EXCL, Mohamed Adlan mengatakan, perseroan akan mempercepat pembayaran sejumlah utang pada tahun ini.

Saat ini, posisi debt to equity ratio (DER) perseroan mencapai 1,9 kali. Usai membayar utang-utangnya, DER perseroan akan turun hingga 1 kali. Sementara, rasio debt to ebitda akan turun menjadi kisaran 1,8 kali. "Dengan utang yang turun, kami memprediksi bisa memperoleh laba bersih tahun ini," ujar Adlan Selasa (29/3).

Total utang EXCL tahun 2016 mencapai Rp 3,9 triliun. Sementara total utang sampai tahun 2022 mencapai Rp 26,95 triliun. Perseroan berencana mempercepat pembayaran utang sebesar Rp 10 triliun hingga Rp 11 triliun.

Selain dari dana penjualan menara sebesar Rp 3,56 triliun, EXCL juga akan mendapatkan dana segar dari gelaran rights issue. EXCL akan menerbitkan 2,75 miliar saham dengan nominal Rp 100 per saham atau setara dengan 24,35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dana yang terkumpul dari rights issue sepenuhnya akan digunakan untuk membayar utang kepada Axiata Investments atas pembelian Axis pada tahun 2014 lalu. Saat itu, EXCL berutang US$ 500 juta ke Axiata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×