kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

UPDATE Kurs Rupiah Rabu (19/9): Menguat 0,49% ke Rp 14.773 per dolar


Rabu, 19 Agustus 2020 / 10:25 WIB
UPDATE Kurs Rupiah Rabu (19/9): Menguat 0,49% ke Rp 14.773 per dolar
ILUSTRASI. Karyawan money changer memperlihatkan mata uang dollar AS dan rupiah RI di salah satu money changer di Jakarta, Rabu (22/7). Rupiah di pasar spot tampil perkasa di perdagangan hari ini. Rabu (22/7) rupiah spot berhasil ditutup ke level Rp 14.650 per dolar


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah tengah berotot di  hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Melansir Bloomberg, Rabu (19/8), rupiah pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada level Rp 14.786 per dolar AS.  

Posisi tersebut menguat 0,81% dari posisi kemarin Selasa (18/8) pada Rp 14.907 per dolar AS. Sekaligus melanjutkan penguatan rupiah dua hari.

Sementara itu, pukul 10.19 WIB, rupiah pasar spot masih menguat ke Rp 14.773 per dolar AS atau menguat 0,49% dari sesi sebelumnya.

Indeks dolar AS jatuh ke level terendah lebih dari dua tahun pada hari Selasa karena efek berkelanjutan dari program stimulus Federal Reserve melemahkan greenback secara luas untuk hari kelima berturut-turut dan mengangkat indeks saham AS ke rekor tertinggi.

Meskipun dolar sering berfungsi sebagai investasi tempat berlindung di saat-saat krisis, dolar telah jatuh sejak intervensi Federal Reserve ke pasar keuangan untuk menjaga likuiditas di tengah pandemi virus corona.

Baca Juga: Rupiah menguat ke Rp 14.775 per dolar AS, mengakhiri pelemahan 7 hari beruntun

Program The Fed telah mendorong aset berisiko ke level tertinggi sepanjang masa dan mengurangi permintaan safe-havens, bahkan ketika data ekonomi telah melukiskan gambaran suram dari pemulihan AS.

Indeks dolar terakhir turun 0,55% pada 92,308, setelah sebelumnya mencapai titik terendah 92,124, terendah sejak Mei 2018. Terhadap euro, dolar juga mencapai level terendah sejak Mei 2018 di $ 1,197.

Dolar juga melemah terhadap yen Jepang, setelah mencapai level terendah dua minggu di 105,27 yen per dolar.

“Ini Fed, semua likuiditas dipompa ke pasar,” kata Greg Anderson, kepala strategi valuta asing global di BMO Capital Markets, tentang penurunan dolar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×