kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Upaya Industri Kripto Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia


Senin, 23 Februari 2026 / 19:08 WIB
Upaya Industri Kripto Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia
ILUSTRASI. Transaksi Kripto Nasional Capai Rp35,61 Triliun, INDODAX Berkontribusi 42,83% (Dok/Indodax)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Industri aset kripto di Indonesia terus memperluas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. 

Seiring meningkatnya adopsi teknologi finansial, pelaku industri kripto berupaya memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan, termasuk melalui penguatan literasi digital dan perluasan basis pengguna.

Salah satu pelaku usaha kripto dalam negeri, Indodax, menilai pertumbuhan industri tidak hanya ditopang oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi digital. 

Hal tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar dan memperkuat kepercayaan publik terhadap aset digital.

Baca Juga: GMV Ekonomi Digital Indonesia Bisa Mencapai US$ 100 Miliar Tahun Ini

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyatakan bahwa pengembangan industri kripto membutuhkan ekosistem yang inklusif, di mana akses terhadap edukasi dan literasi digital menjadi faktor penting. 

"Keberlanjutan bisnis di sektor ini sangat bergantung pada kesiapan masyarakat dalam memahami teknologi dan risiko yang melekat pada aset kripto," ujarnya dalam siaran pers, Senin (23/2/2026).

Dalam kerangka tersebut, Indodax menjalankan sejumlah kegiatan yang dikaitkan dengan penguatan literasi dan inklusi digital. 

Aktivitas ini berlangsung pada 21–27 Februari 2026 di sejumlah wilayah Jabodetabek dan melibatkan kolaborasi dengan komunitas serta organisasi sosial. 

Sasaran kegiatan mencakup kelompok masyarakat yang dinilai masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan dan informasi digital.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Melonjak, Proyeksi 2030 Capai US$ 340 Miliar

Sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran disalurkan, termasuk perlengkapan belajar dan bahan bacaan anak. 

Selain itu, perusahaan juga memfasilitasi distribusi paket perlengkapan sekolah yang ditujukan untuk mendukung akses pendidikan dasar. Langkah tersebut diposisikan sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap teknologi dan ekonomi digital sejak usia dini.

Di sisi lain, kegiatan pendukung selama Ramadan juga dilakukan melalui penyaluran kebutuhan pokok di beberapa wilayah, seperti Pinang Ranti, Kemang, Cilincing, serta Jonggol. 

Bantuan fasilitas ibadah turut disalurkan ke sejumlah masjid di kawasan Depok, Pondok Rajeg, Setiabudi, dan Kebayoran Lama.

Baca Juga: Pemerintah Bidik Ekonomi Digital Tumbuh US$ 400 Miliar pada 2030

Melalui pendekatan ini, Indodax menilai bahwa penguatan literasi digital dan keterlibatan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan industri kripto. Perusahaan melihat upaya tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis di tengah perkembangan pesat ekonomi digital nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×