kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

United Tractors (UNTR) Buyback Saham Rp 5 Triliun, Ini Pertimbangan Manajemen


Rabu, 13 Juli 2022 / 17:17 WIB
United Tractors (UNTR) Buyback Saham Rp 5 Triliun, Ini Pertimbangan Manajemen
ILUSTRASI. Pekerja menggunakan alat berat saat pembangunan Makassar New Port di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/5). PT United Tractors Tbk (UNTR) berencana untuk melakukan pembelian kembali alias buyback saham selama tiga bulan.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan pendapatan. UNTR membukukan pendapatan bersih senilai Rp 27,97 triliun. Pendapatan UNTR naik 56% dari pendapatan di periode kuartal pertama 2021 sebesar Rp 17,89 triliun.

Dari sisi operasional, penjualan alat berat Komatsu yang merupakan salah satu bisnis inti United Tractors juga  masih tumbuh moncer. 

Sepanjang lima bulan pertama 2022, UNTR mencatatkan penjualan alat berat sebanyak 2.400 unit. Angka ini naik 123% dari realisasi penjualan pada periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 1.076 unit. Pangsa pasar atau market share Komatsu per Mei 2022 sebesar 28%.

Baca Juga: UNTR Terbesar, Ini Saham-saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Tergelincir

Adapun UNTR memutuskan untuk mengerek naik target penjualan alat berat Komatsu hingga akhir tahun ini. UNTR memutuskan untuk menaikkan angka penjualan menjadi 4.800 unit dari sebelumnya 3.700 unit.

Sara mengatakan, revisi naik target ini berdasarkan hasil diskusi dengan prinsipal dan juga hasil analisis pasar. “Proyeksi penjualan kami sesuaikan sambil tetap memantau pergerakan pasar sampai akhir tahun,” kata dia.

Namun, kemampuan produsen/prinsipal untuk memproduksi alat tentu tidak dapat diakselerasi cepat, melainkan secara bertahap.  Itulah sebabnya proyeksi yang dipasang UNTR perlu menyesuaikan juga dengan kemampuan prinsipal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×