Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher menyiapkan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) aliad rights issue.
Melansir keterbukaan informasi yang rilis Jumat (18/9/2026), UVCR akan menerbitkan 200 juta saham atau setara maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Ultra Voucher.
Direktur Ultra Voucher, Riky bilang rights issue disiapkan untuk memperkuat fondasi pendanaan UVCR sehingga dapat mendukung kebutuhan operasional sekaligus pengembangan bisnis Ultra Voucher ke depan.
“Rencana penguatan permodalan ini menjadi salah satu langkah Perseroan untuk memperkuat fondasi pendanaan guna mendukung pengembangan bisnis Ultra Voucher ke depannya,” ujar Riky dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).
Adapun pelaksanaan rights issue ditargetkan sekitar tiga hingga enam bulan sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Jika tidak ada aral melintang, RUPSLB bakal digelar 27 Oktober 2026.
Baca Juga: Laba UVCR Naik Enam Kali Lipat di Semester I-2026, Voucher Digital Jadi Penggerak
UVCR belum menentukan harga pelaksanaan rights issue. Namun untuk kebutuhan perhitungan proforma, Ultra Voucher menggunakan asumsi harga Rp 135 per saham sehingga dana yang berpotensi dihimpun mencapai Rp27 miliar.
Dalam aksi ini, PT Trimegah Sumber Mas (TSM) menjadi satu-satunya calon pemodal yang tercantum dalam keterbukaan informasi. TSM merupakan pemegang saham utama sekaligus pengendali Ultra Voucher.
Berdasarkan daftar pemegang saham per 31 Agustus 2026, TSM menggenggam 623,56 juta saham UVCR atau setara 31,18% kepemilikan. Sementara itu, masyarakat menguasai 62,34% saham UVCR.
Jika seluruh saham baru diterbitkan kepada TSM, kepemilikan TSM secara proforma akan meningkat menjadi 823,56 juta saham atau 37,43% dari sebelumnya 31,18%.
Baca Juga: Ultra Voucher (UVCR) Resmi Masuk BRImo, Bidik Jutaan Pengguna BRI
Di sisi lain, kepemilikan masyarakat secara proforma akan turun menjadi 56,67%. Kepemilikan Riky Boy H Permata turun dari 4,07% menjadi 3,70%, sedangkan Hady Kuswanto turun dari 2,37% menjadi 2,16%.
Riky mengatakan Ultra Voucher akan menjalankan proses PMTHMETD dengan tetap memperhatikan kepentingan perseroan dan seluruh pemegang saham serta mengikuti ketentuan regulator dan Bursa Efek Indonesia.
“Ke depan, fokus kami tetap pada penguatan operasional, pengembangan layanan, dan perluasan hubungan dengan pelanggan, merchant, serta mitra usaha untuk mendukung pertumbuhan bisnis kami secara berkelanjutan,” kata Riky.
Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya pelaksanaan akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha.
Penggunaannya mencakup operasional, pengembangan produk dan layanan, peningkatan kapasitas, pemasaran, serta pengembangan pasar.
Rencana tersebut disiapkan ketika kinerja operasional UVCR menunjukkan pertumbuhan.
Baca Juga: UVCR Layani 800.000 Pengguna Aktif, Perkuat Ekosistem Loyalty Digital
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














