kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS961.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Trisula International (TRIS) menyambut peluang di pasar internasional


Jumat, 04 Desember 2020 / 20:27 WIB
Trisula International (TRIS) menyambut peluang di pasar internasional
ILUSTRASI. Penjualan Trisula International (TRIS) turun 20,92% secara year on year (yoy) menjadi Rp 891,67 miliar.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 turut meneken kinerja emiten yang bergerak di bidang perdagangan pakaian jadi, industri garmen, dan tekstil, serta bisnis terkait lainnya. Salah satunya ialah PT Trisula International Tbk (TRIS).

Melansir laporan keuangan Trisula International di akhir September 2020, penjualan Trisula turun 20,92% secara year on year (yoy) menjadi Rp 891,67 miliar. Akan tetapi, TRIS mencatatkan pertumbuhan laba bersih 52,29% yoy menjadi Rp 6,64 miliar.

Direktur Utama TRIS, Santoso Widjojo menerangkan, kenaikan laba bersih bersumber dari kontribusi laba bersih setelah pajak dari anak usaha PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL).

Sekadar mengingatkan, TRIS mengakuisisi BELL pada bulan Desember 2019 lalu, sehingga apabila dibandingkan dengan kuartal ketiga 2019, porsi laba BELL tercatat pada dampak penyesuaian proforma.

Baca Juga: Penjualan Ekspor Membaik, Kinerja Keuangan Sritex (SRIL) dan Trisula (TRIS) Ikut Naik

Saat ini, TRIS masih terus berupaya untuk menggenjot kinerja di sisa akhir tahun 2020. Sebelumnya TRIS berharap bisa mencapai penjualan di atas Rp 1,12 triliun dengan laba konsolidasi Rp 17,3 miliar pada tahun ini. Santoso optimistis, TRIS masih memiliki harapan dan peluang di tengah pandemi Covid-19. "Melalui fokus kami dalam diversifikasi produk dan terus berinovasi dengan keahlian customized yang dimiliki, TRIS yakin kinerja akan membaik," papar Santoso kepada Kontan.co.id, Jumat (4/12).

Guna menggenjot kinerja, Trisula International telah mendiversifikasi produk meliputi alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat, masker non-medis, medical garment, dan protective-wear. Dia mengatakan, diversifikasi produk menjadi salah satu upaya Trisula di tengah pandemi Covid-19.

TRIS mengincar negara ekspor seperti Amerika, Australia, dan Inggris untuk menjual produk anyar tersebut. Santoso menjelaskan, untuk produk APD, baju hazmat TRIS sudah mendapatkan izin edar dari Kemenkes.

Tidak hanya produk APD baju hazmat dan masker non medis, TRIS juga memproduksi pakaian pemadam kebakaran yang di ekspor ke New South Wales, Australia melalui anak usahanya PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing.

Baca Juga: Penjualan ekspor emiten tekstil membaik di kuartal III-2020, ini pendorongnya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×