kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Trinitan Metals and Mineral patok harga IPO Rp 270-Rp 300 per saham


Selasa, 03 September 2019 / 19:04 WIB

Trinitan Metals and Mineral patok harga IPO Rp 270-Rp 300 per saham
ILUSTRASI. Richard Tandiono (kiri), Dirut PT Trinitan Metals and Mineral Tbk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Trinitan Metals and Minerals akan segera menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) senilai 333,33 juta saham dari jumlah seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh atau sebesar 25%.

Perusahaan yang bergerak pada produksi bahan tambang timah, antimoni dan silver ini menetapkan harga penawaran saham sebesar Rp 270-Rp300 per saham untuk mencapai target pengumpulan dana sebesar Rp 89,99 miliar-Rp 99,99 miliar. Adapun PER nya 8,2 kali-10,2 kali dengan estimasi net income tahun 2019 sebesar Rp 580 miliar.

Dalam rencana pencatatan saham perdana ini Trinitan Metals and Minerals menggandeng PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksanaan emisi saham. Selain saham, Trinitan Metals and Minerals juga menerbitkan waran seri 1 sebesar 33,33% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran Penawaran Umum Perdana Saham.

Direktur PT Trinitan Metals and Minerals Widodo Sucipto menyampaikan dana yang dikumpulkan dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya emisi saham akan digunakan untuk belanja modal sebesar 76,28% yaitu untuk membeli mesin dan peralatan dalam rangka pengembangan kegiatan usaha serta area produksi.

Baca Juga: PT Gunung Raja Paksi tawarkan harga IPO Rp 825-Rp 900 per saham

“Kami optimistis dengan ditawarkannya saham perusahaan kepada publik dapat membuka peluang pengembangan usaha perusahaan menjadi lebih besar lagi, dan dengan terbukanya kepemilikan modal kepada masyarakat umum maka perusahaan juga berkesempatan untuk dapat mengakses alternatif pendanaan lain yang akan membantu pertumbuhan usaha kami,” Papar Widodo Sucipto dalam konferensi pers Selasa (3/9).

Presiden Direktur Trinitan Metals and Mineral Richard Tandiono menambahkan, dana hasil  IPO yang akan digunakan untuk pilot project produksi nikel baru dapat dilihat dampaknya terhadap kinerja perusahaan pada tahun 2021. Sampai akhir tahun 2019 hingga 2020 mendatang, perusahaan masih akan memanfaatkan utilitas yang terdapat sekarang.

Baca Juga: Belum Genap Dua Bulan IPO, Tiga Direktur Emiten Ini Mengundurkan Diri

“Investasi kita akan dimulai akhir tahun dan butuh satu tahun untuk investasi ini, jadi realisasi terhadap penjualan itu di 2021 karena butuh waktu. Jadi dari 2019-2021 masih menggunakan utilisasi yang ada sekarang.” Tandas Richard.

Dilihat dari kinerja perusahaan tiga tahun ke belakang, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan gross rate sebesar 15% yang didukung oleh laba yang signifikan yang diperoleh dari keberhasilan perusahaan membangun proses hydrometologi pada tahun 2015 dan 2018. 

Hydrometologi merupakan proses pengelolaan barang tambang yang dapat mengekstraksi timbal langsung dari tambang konsentrat ke logam murni sebesar 99,9%. Teknologi ini yang ke depannya akan menjadi fokus pengembangan perusahaan.

Setelah menggelar due diligence meeting dan public expose, periode penawaran awal dilaksanakan perusahaan mulai tanggal 30 Agustus hingga 10 September mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan pernyataan efektif dari OJK pada tanggal 19 September 2019.

Selanjutnya, masa penawaran umum akan dilaksanakan pada tanggal 23 September-27 September 2019 yang dilanjutkan dengan penjatahan yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2019. 

Dua hari setelahnya yaitu 3 Oktober saham dan waran akan mulai didistribusikan. Rencananya Trinitan Metals and Minerals akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tangga 4 Oktober 2019.


Reporter: Irene Sugiharti
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×