kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Tren turunnya belanja iklan bisa tekan kinerja Media Nusantara (MNCN) ke depan


Rabu, 13 Mei 2020 / 16:58 WIB
Tren turunnya belanja iklan bisa tekan kinerja Media Nusantara (MNCN) ke depan
ILUSTRASI. PT MNC Land Tbk KPIG MNCLand ;  sebelumnya dikenal dengan nama PT Kridaperdana Indahgraha -- Gedung MNC Tower, dahulu Menara Kebon Sirih, yang dimiliki dan banyak digunakan perusahaan dari grup PT Media Nusantara Citra Tbk atau MNC Group (MNCN) di Jakarta


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona kini seolah menjadi musuh bagi seluruh sektor industri, termasuk industri media. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) sebagai salah satu pelaku industri media sudah merasakan dampak dari pandemi virus corona.

Merujuk laporan keuangan kuartal I-2020, MNCN berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp 2,02 triliun. Perolehan tersebut tercatat naik 7% dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang sebesar Rp 1,88 triliun.

Namun dari segi laba bersih, MNCN justru turun 43% menjadi Rp 332,7 miliar pada kuartal I-2020. Padahal pada periode yang sama sebelumnya laba bersih MNCN masih berada di angka Rp 584,96 miliar. Penurunan laba ini tidak terlepas dari adanya rugi kurs imbas dari pandemi virus corona.

Baca Juga: Media Nusantara Citra (MNCN) optimis kinerja tetap tumbuh pada 2020

Dalam rilisnya, Group Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengakui adanya tanda-tanda tren belanja iklan secara keseluruhan yang kurang baik.

Analis Panin Sekuritas Rendy Wijaya menuturkan penurunan volume iklan komersial televisi merupakan hal yang wajar, khususnya di tengah pandemi virus corona saat ini.

“Beberapa perusahaan cenderung melakukan penghematan anggaran untuk menjaga likuiditas di tengah pandemi ini. Sehingga pada akhirnya, anggaran belanja iklan pun disesuaikan dan ini jelas berdampak pada pendapatan MNCN,” ujar Rendy kepada Kontan.co.id, Rabu (13/5).

Sementara analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya dalam risetnya pada 28 April 2020 menuliskan pandemi virus corona di satu sisi memberikan keuntungan kepada MNCN dengan bertambahnya jumlah penonton serta durasi tonton yang lebih lama.

Namun, di satu sisi, pandemi ini juga mengharuskan beberapa perusahaan yang biasanya mengiklan di televisi besar kemungkinan akan mengurangi belanja iklannya. Seiring harus menjaga arus kas dan lebih berfokus pada pengeluaran seperti gaji karyawan, dan biaya operasional bulanan lainnya.

Baca Juga: Pendapatan tumbuh 7%, tapi laba bersih MNCN turun 43% di kuartal I 2020

"Kami pikir beberapa perusahaan akan memotong anggaran mereka untuk beriklan di TV tahun ini. Hal ini dikarenakan konsumen telah menimbun bahan pokok seiring persebaran virus corona sehingga perusahaan FMCG tidak akan berlebihan membuang uangnya untuk beriklan," tulis Christine dalam risetnya

Kendati demikian, secara keseluruhan Rendy melihat MNCN masih bisa meminimalisir dampak berkurangnya anggaran belanja iklan beberapa perusahaan.

“MNCN masih bisa mengandalkan iklan non-time-consuming (NTC) untuk menjaga kinerjanya. Hal ini akan berdampak positif untuk menjaga pertumbuhan pendapatan di 2020, meskipun memang pertumbuhan kinerja diperkirakan akan lebih lambat dibanding 2019,” pungkas Rendy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×