Reporter: Ade Jun Firdaus | Editor: Djumyati P.
JAKARTA. Keinginan PT Trada Maritime Tbk (TRAM) untuk memiliki lima unit kapal angkut curah kering (dry bulk carrier), bakal segera terealisasi. Pasalnya, TRAM telah mendapat sokongan pinjaman jangka panjang dari tiga lembaga keuangan sebagai sumber pendanaan ekspansi tersebut.
Direktur Keuangan TRAM Adrian E. Sjamsul menyebutkan, ketiga lembaga keuangan tersebut adalah Overseas Chinese Banking Corporation (OCBC) cabang Singapura, Internasional and Commercial Bank of China (ICBC) dan Bank Mandiri. Jenis pinjamannya merupakan pinjaman jangka panjang hingga 5 tahun.
"Ketiga bank ini telah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan kami untuk beli kapal baru," ujar Adrian, ketika dihubungi KONTAN, kemarin (18/8). Dari taksiran kebutuhan dana dari luar sebesar US$ 150 juta - US$170 juta, TRAM masih membutuhkan sekitar US$ 120 juta. Sebelumnya, International Finance Corporation (IFC) dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ cabang Jakarta, telah berkomitmen menyokong sekitar US$ 50 juta.
Adapun total kebutuhan ekspansi kapal baru TRAM mencapai US$ 200 juta. Sekitar US$ 30 juta berasal dari kas internal. Harga satu kapal dry bulk carrier berkapasitas angkut 50.000-70.000 ton tersebut, ditaksir antara US$ 30 juta hingga US$ 35 juta.
Dengan telah mengantongi suntikan modal dari pinjaman perbankan ini, kelima kapal tersebut pun bakal segera berbenderakan logo TRAM. "Saat ini kami masih inspeksi kapal. Dalam waktu segera proses pembelian itu difinalisasi," ujar Adrian.
TRAM memerlukan kelima kapal tersebut untuk mengikuti salah satu tender kontrak pengiriman besar, yang nilainya mencapai ratusan juta dollar AS. Alhasil, perusahaan kapal ini menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 100% ketimbang perolehan di tahun 2009 sebesar Rp 334 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News