Sumber: KONTAN | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. PT Trada Maritime Tbk (TRAM) sedang menjajaki fasilitas pinjaman senilai US$ 50 juta dari tiga bank lokal, yakni Bank Niaga, Bank Ekspor Indonesia, dan Bank Permata. Mereka akan memakai dana pinjaman itu untuk membiayai pembelian kapal.
Direktur Keuangan TRAM Adrian E. Sjamsul berharap, fasilitas pinjaman tersebut bisa segera cair. "Kami sudah bertemu dengan ketiga bank itu dan saat ini masih dalam proses pembicaraan," ujarnya, kemarin (23/7).
Selain dari tiga bak lokal itu, sebelumnya TRAM juga telah mendapatkan fasilitas utang antara US$ 11 juta hingga US$ 50 juta dari Bank of Tokyo untuk pendanaan pembelian kapal baru.
TRAM menargetkan akan membeli enam unit kapal bekas pada tahun 2009. Sebelumnya, pada Mei 2009, TRAM telah membeli satu unit kapal seharga US$ 2,8 juta.
TRAM membiayai pembelian kapal berkapasitas 6.000 deadweight tonnage (DWT) dengan pembiayaan pemasok (vendor financing) asal Jepang. Kini, kapal ini telah disewakan kepada Pertamina untuk enam bulan ke depan.
Seminggu lalu, TRAM juga telah membeli satu unit kapal bekas berusia 15 tahun dengan kapasitas 50.000 DWT asal Jepang. Kapal ini mereka beli dengan sumber dana dari vendor financing asal Jepang. Namun, "Kami belum bisa menyebutkan harga kapal tersebut, karena masih dalam proses tender penyewaan," ujar Adrian.
Selain untuk membeli kapal, dana pinjaman dari bank-bank itu juga akan mereka alokasikan untuk mengonversi beberapa kapal tanker menjadi kapal pengangkut minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). "Kami membutuhkan dana untuk memodifikasi kapal-kapal tersebut," kata Adrian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News