kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Trader meyakini harga emas akan naik pekan depan


Jumat, 05 Juli 2013 / 07:47 WIB
ILUSTRASI. Mengantisipasi isu sertifikat vaksin indonesia tidak dikenal atau diakui di sejumlah negara di luar negeri, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan sertifikat vaksin internasional sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Para trader emas semakin optimistis dengan pergerakan harga emas minggu depan. Sekitar 14 analis yang disurvei Bloomberg memprediksi harga emas akan naik pekan depan. Sementara, jumlah analis yang pesimistis dengan harga emas hanya 10 orang, sedangkan tiga lainnya netral.

Ada beberapa alasan yang mendorong optimisme tersebut. Pertama, ketidakstabilan politik di Portugal memicu kecemasan bahwa krisis utang Eropa akan semakin memburuk. Kedua, penurunan kuartalan terhadap harga emas yang cukup dalam mendorong permintaan perhiasan emas.

Sekadar mengingatkan, pada kuartal dua lalu, harga emas tergerus hingga 23%. Pemicunya, investor kehilangan kepercayaan atas nilai emas sebagai safe haven menyusul pernyataan the Federal Reserve yang berencana memangkas nilai program stimulus mereka.

"Pemulihan harga emas akan berlangsung tentatif, namun kembalinya kecemasan krisis utang Eropa akan kembali mendorong reli harga emas," jelas Mark O'Byrne, executive director GoldCore Ltd di Dublin. Dia juga menambahkan, banyak investor emas global yang memanfaatkan penurunan harga emas sebagai kesempatan untuk membeli kembali si kuning mentereng. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×