kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Tower Bersama bidik 2.500 penyewa menara hingga akhir 2018


Rabu, 11 Juli 2018 / 20:13 WIB
ILUSTRASI. Perawatan menara Tower Bersama


Reporter: Dian Sari Pertiwi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi bisnis penyewaan menara telekomunikasi masih terus menancap tajam. Sebab, beberapa operator telekomunikasi tengah gencar melakukan ekspansi perluasan jaringan 4G LTE.

Kesempatan ini tak disia-siakan oleh PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG).

Direktur Tower Bersama Infrastruktur Helmy Yusman Santoso bilang target penambahan penyewa menara sebesar 2.500 penyewa. "Untuk kuartal I-2018 kami telah menambah 643 penyewa," ujar Helmy, Rabu (11/7).

Untuk memperkuat permodalan, TBIG juga baru merampungkan penawaran umum obligasi berkelanjutan 3 tahap I tahun 2018. Dana yang dihimpun dari aksi ini sebesar Rp 608 miliar dengan tenor tiga tahun dan kupon sebesar 8,5%.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Josscarios Jonathan menyebut, prospek bisnis penyewaan menara telekomunikasi masih menjanjikan.

"Kebutuhan menara untuk telekomunikasi tumbuh sebesar 5% sampai 7% untuk masing-masing emiten di tahun ini," terang Joss.

Dus, Joss menilai saham TBIG masih layak dikoleksi. Terlebih saat ini harga sahamnya berada di bawah harga wajarnya. Joss menakar harga wajar saham TBIG berada di level 7.000-an.

Pada perdagangan hari ini, saham TBIG ditutup melemah 35 poin atau 0,7% ke level 4.990.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×