Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang sedang bertransformasi ke bisnis hijau, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengantongi fasilitas pinjaman sindikasi dari sejumlah bank internasional dengan nilai hingga SGD 385 juta atau sekitar Rp 5,32 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi, fasilitas tersebut terdiri atas term loan senilai hingga SGD3 45 juta serta revolving loan hingga SGD 40 juta. Ini diberikan kepada entitas anak TOBA, yakni Cora Environment Group Pte. Ltd., SBT Invest Pte. Ltd., dan Taonga Holdings Pte. Ltd.
Fasilitas pembiayaan tersebut melibatkan sejumlah bank internasional, antara lain DBS Bank, Bangkok Bank, Bank of China, Maybank, RHB Bank, Societe Generale, Natixis Singapore Branch, E.Sun Commercial Bank, dan Taishin International Bank.
Baca Juga: Trimegah Bangun Persada (NCKL) Bagi Dividen Rp 2,7 Triliun, Potensi Yield 5,3%
Analis Ciptadana Sekuritas Rizal Rafly menilai keterlibatan sejumlah bank internasional mencerminkan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan global terhadap arah transformasi bisnis TOBA.
"Partisipasi bank-bank internasional menunjukkan TOBA mulai dipandang sebagai emiten yang relevan dalam tema transisi energi dan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya Selasa (30/6/2026).
Menurut Rizal, keterlibatan bank-bank tersebut bukan hanya mendukung kebutuhan refinancing. Pendanaan juga dinilai menjadi validasi terhadap prospek bisnis baru TOBA di sektor pengelolaan limbah dan energi bersih.
Dia bilang masuknya Natixis dan Societe Generale turut memperluas basis pendanaan internasional TOBA. Kedua bank asal Prancis tersebut dikenal aktif membiayai proyek bertema ESG, transisi energi, dan infrastruktur berkelanjutan.
"Partisipasi Natixis dan Societe Generale juga memberi sinyal bahwa bisnis pengelolaan limbah TOBA mulai dipandang memiliki profil kredit yang menarik,” kata Rizal.
Adapun fasilitas kredit itu akan digunakan TOBA untuk melunasi pinjaman eksisting SBT Invest dan Taonga, sekaligus membiayai modal kerja dan mengoptimalkan struktur pembiayaan, biaya pendanaan, dan fleksibilitas pengelolaan kewajiban keuangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, TOBA menjalankan transformasi bisnis melalui strategi TBS2030 dengan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan memperbesar kontribusi bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, serta kendaraan listrik.
Baca Juga: ELPI Kantongi Restu OJK untuk Rights Issue, Berpotensi Raup Dana Rp 739,35 Miliar
Ini mulai tercermin pada kinerja kuartal I-2026. TOBA membukukan pendapatan US$8 6,3 juta, naik 20,6% secara tahunan. Segmen pengelolaan limbah menjadi kontributor terbesar dengan porsi 60,2% terhadap pendapatan, sedangkan bisnis batu bara berkontribusi 34,2%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














