kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45847,01   -7,82   -0.91%
  • EMAS922.000 0,55%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Timbang rekomendasi saham Indocement (INTP) dari Mirae Asset Sekuritas


Senin, 21 Juni 2021 / 07:45 WIB
Timbang rekomendasi saham Indocement (INTP) dari Mirae Asset Sekuritas

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan membaik tahun ini. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin memproyeksikan total volume penjualan semen INTP akan mencapai sekitar 18,2 juta ton, naik 6,43% dari realisasi penjualan di tahun lalu yang hanya 17,1 juta ton.

Naiknya penjualan produsen semen merk Tiga Roda ini didukung anggaran infrastruktur yang lebih tinggi dan potensi dimulainya kembali kegiatan ekonomi.

Dengan asumsi tidak ada lagi pembatasan sosial yang lebih ketat (terutama di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat), Mirae Asset memperkirakan pemulihan permintaan semen akan terjadi pada paruh kedua tahun ini.

Namun, kenaikan harga batubara kemungkinan akan membebani profitabilitas INTP. Akan tetapi, Mirae Asset masih berekspektasi INTP dapat mempertahankan margin kotor yang  relatif stabil dari tahun lalu, didukung oleh pemulihan volume penjualan dan efisiensi biaya.

Baca Juga: Volume penjualan Indocement (INTP) tumbuh 10% yoy di periode Januari-Mei 2021

Konstituen Indeks Kompas100 ini membukukan laba bersih sebesar Rp351,3 miliar di kuartal pertama 2021, menurun 12,3%  secara year-on-year (YoY). Mimi menilai, menurunnya laba bersih pada tiga bulan pertama 2021 berkaitan dengan menurunnya pendapatan operasional lainnya, turunnya pendapatan keuangan, dan beban pajak penghasilan yang lebih tinggi, sebagian karena tambahan beban pajak dari tahun-tahun sebelumnya.

Dengan demikian, Mirae Asset memperkirakan pendapatan lain INTP di tahun ini akan lebih rendah dari tahun lalu, yang sebagian besar dikarenakan era suku bunga yang lebih rendah. INTP memiliki posisi kas yang kuat, yang menurut Mimi menjadi kurang menguntungkan di tengah era suku bunga rendah.

Mimi memperkirakan, pendapatan INTP di tahun ini akan mencapai Rp 15,2 triliun (naik 7,1% yoy) dan tahun depan akan mencapai Rp16,3 triliun (naik 7,0% YoY). Dengan demikian, laba bersih INTP diproyeksikan mencapai Rp 1,9 triliun (naik 3,3% YoY) dan Rp 2,1 triliun (naik 14,7% YoY) di tahun depan.

Mimi mempertahankan rekomendasi trading buy saham INTP dengan target harga Rp 14.600 per saham.

“Adapun risiko dari rekomendasi ini adalah pertumbuhan permintaan yang lebih lambat dari perkiraan, biaya yang lebih tinggi dari perkiraan, misalnya akibat kenaikan harga bahan bakar, dan/atau kelebihan pasokan (oversupply) yang lebih buruk dari perkiraan,” tulis Mimi dalam riset, Senin (7/6).

 

Selanjutnya: Sampai Mei 2021, Indocement (INTP) sudah serap capex sebesar 15%

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×