kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Tigaraksa mulai digitalisasi penjualan buku pelajaran


Kamis, 01 Maret 2018 / 15:25 WIB
ILUSTRASI. PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA)


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) tahun ini mulai ekspansif di segmen digital. Tak hanya soal penjualan ritel, perusahaan juga akan merambah digitalisasi penjualan segmen buku pendidikan. Selain adaptif terhadap perkembangan zaman, perusahaan melihat saat ini minat pelanggan lebih besar di segmen tersebut.

Presiden Direktur TGKA Lianne Widjaja menyampaikan, penjualan digital ini dilakukan untuk memperluas cakupan pasar. Selain itu, perusahaan berharap dengan metode ini kinerja penjualan buku-buku pendidikan yang sebelumnya dipasarkan dengan direct selling bisa meningkat melalui penjualan digital.

“Buku pendidikan kami sudah transformasi dari penjualan offline menjadi transformasi ke online, karena kami lihat untuk bisnis model penjualan offline sudah out of date,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (1/3).

Menurutnya, saat ini konsumen lebih senang dengan digital, sehingga momentum ini yang dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan. Sebelumnya, buku pendidikan dan LPG merupakan bisnis direct selling, namun saat ini hanya bisnis LPG saja yang masih menggunakan direct selling.

“Para konsumen tidak begitu tertarik dengan model penjualan one on one, jadi kami mengubah menjadi (penjualan) online,” lanjutnya.

Lianne mengatakan investasi di segmen digitalisasi berbeda dengan alokasi belanja modal tahun ini. Untuk digitalisasi perusahaan menggelontorkan dana mencapai Rp 2 miliar-Rp 3 miliar. Sedangkan untuk belanja modal perusahaan mengalokasikan dana mencapai Rp 9 miliar.

“Capex itu untuk kebutuhan pembelian tabung gas dan mesin-mesin pabrik, untuk operasional atau renovasi gedung dan gudang,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×