kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) akan segera dapat suntikan dana dari FKS Food


Kamis, 08 Agustus 2019 / 17:59 WIB
Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) akan segera dapat suntikan dana dari FKS Food

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan segera mendapat suntikan dana atas rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement).

Pasalnya, PT FKS Food and Ingredients (FKS FI) dan AISA telah menandatangani perjanjian pengambilan saham baru per 6 Agustus 2019. 

Baca Juga: BEI memperpanjang suspensi 10 emiten, ini sebabnya

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan AISA, harga pengambilan saham tersebut senilai Rp 210 per saham. Apabila diambil seluruhnya oleh FKS FI maka AISA akan mendapat dana segar sebesar Rp 329,47 miliar. 

Namun, transaksi ini bisa terjadi apabila AISA telah memenuhi persyaratan pendahuluan yang wajib dipenuhi paling lambat tanggal 7 Oktober 2019. 

Persyaratan tersebut antara lain perseroan telah memperoleh persetujuan yang diperlukan untuk pelaksanaan penerbitan saham baru dari instansi pemerintah, pemberi pinjaman atau kreditur serta pihak ketiga dalam hal disyaratkan berdasar ketentuan dan perjanjian berlaku. 

Kemudian, perseroan harus melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang menyetujui rencana pengeluaran saham baru kepada FKS FI dan perubahan anggaran dasar sehubungan dengan penerbitan saham baru tersebut. RUPSLB ini akan dilaksanakan pada Jumat, 9 Agustus 2019. 

Baca Juga: Kata Golden Plantation (GOLL) soal anak usahanya yang terjerat PKPU

Serta tidak terdapat ketentuan hukum dari instansi pemerintah yang berwenang melarang dilaksanakannya rencana penerbitan saham baru, selesainya uji tuntas terhadap perseroan dan tidak terjadi peristiwa yang memberikan pengaruh material yang negatif. 

Dengan asumsi FKS FI membeli seluruh saham baru tersebut, AISA mengumumkan tidak terdapat perubahan pengendalian atas perseroan. Hanya saja presentasi kepemilikan saham masing-masing pemegang saham perseroan akan terdilusi 32,77% akan tetapi jumlah saham yang dimiliki tetap sama. 

Baca Juga: Trending Topics: Dari akurasi FaceApp sampai error Bank Mandiri

Adapun, pelaksanaan private placement ini dilakukan karena beberapa kreditur telah mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap AISA. Untuk itu, maka AISA sepakat untuk melakukan restrukturisasi utang dan menandatangani perjanjian perdamaian.

Uang dari private placement ini akan digunakan untuk memperbaiki kondisi keuangan perseroan. Terutama untuk menurunkan rasio utang terhadap ekuitas, memperoleh modal kerja untuk kegiatan operasional dan meningkatkan likuiditas AISA. 

Berdasarkan neraca hasil perhitungan internal AISA per 31 Maret 2019, perseroan memiliki modal kerja negatif Rp 513, 16 miliar dan jumlah liabilitas sebesar Rp 4,18 triliun. Jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari total aset perseroan yang tercatat Rp 1,41 triliun. 

Baca Juga: Tak digubris OJK, Forsa kirim surat terbuka ke Jokowi minta penuntasan kasus AISA




TERBARU

Close [X]
×